Dinas Kesehatan DKI Jakarta merilis data 45 persen tempat tidur telah terpakai oleh pasien di rumah sakit rujukan Covid. Dari persentase tersebut, Kepala Dinas Kesehatan DKI, Widyastuti mengatakan bahwa keterpakaian tempat tidur didominasi oleh pasien tanpa gejala (asimtomatik) ataupun gejala ringan.
"Dari 45 persen yang dirawat di rumah sakit sebenarnya masih ada bocor, yang ringan dan asymptomatic sekitar 48 persen dari 45 persen, jadi hampir separuhnya (tempat tidur terpakai oleh pasien) asymptomatic dan ringan," kata Widya di Balai Kota Jakarta, Kamis (27/1).
Dia menyebutkan, saat ini data ketersediaan tempat tidur di ruang isolasi ada 3.900 unit, dan telah terpakai sekitar 1.755 unit atau 45 persen. Melihat porsi keterpakaian tempat tidur ini, Widya mengatakan masih cukup luas ketersediaan tempat tidur.
Sedangkan untuk ruang ICU, Dinkes DKI menyediakan 611 unit tempat tidur dan sudah terpakai 15 persen. "Spare masih banyak, dan itu belum kapasitas maksimal, karena kapasitas maksimal itu bisa sampai 11 ribu lebih seperti yang tahun lalu," ungkapnya.
Dari kondisi tersebut, dia mengimbau kepada masyarakat agar sebaiknya melakukan isolasi mandiri jika terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala ringan atau bahkan tanpa gejala. Memang, Widya menuturkan bahwa sebelumnya Kementerian Kesehatan pernah mengeluarkan regulasi tentang pasien probable dan positif Covid-19 dilakukan perawatan atau isolasi di rumah sakit.
Namun, regulasi tersebut dianulir setelah adanya surat edaran baru dari Kementerian Kesehatan bahwa yang dirawat di rumah sakit adalah pasien Covid dengan gejala sedang hingga kritis. Sebagai media konsultasi bagi pasien gejala ringan dan tanpa gejala, Widya menyarankan agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan telemedicine.
"Jangan panik, sedang disediakan platform telemedicine untuk yang tidak bergejala atau bergejala ringan, bisa isolasi mandiri atau nanti disortir yang sedang disiapkan," ucapnya.