Ketua Pelaksana Formula E, Ahmad Sahroni, menegaskan pinjaman Rp1,2 triliun yang diberikan Bank DKI kepada PT Pembangunan Jaya Ancol bukan untuk kegiatan Formula E. Pembangunan infrastruktur untuk ajang balap mobil listrik itu berasal dari pihak sponsor.
"Sudah kita jelaskan sejelas-jelasnya sistem pendanaan Formula E ini dari mana. Pendanaan akan datang dari pihak sponsor dan swasta. Ini sudah jelas," kata Sahroni dalam keterangan tertulis, Senin (27/12).
Sahroni pun mengingatkan berbagai pihak untuk tidak mengaitkan pinjaman yang diterima Ancol dengan penyelenggaraan Formula E.
Menurutnya, sebagai BUMD Ancol memiliki kewenangan untuk melakukan kerjasama bisnis dengan berbagai pihak. Sahroni menegaskan pihak Ancol pun telah menyatakan anggaran pinjaman tersebut bukan untuk balap mobil listrik.
"Namun untuk berbagai operasionalnya. Selain itu, saya rasa Ancol juga sebagai sebuah entitas bisnis berhak melakukan kerjasama bisnis dengan pihak-pihak lain termasuk Bank DKI, jadi menurut saya ini lazim terjadi," papar dia.
Diketahui Bank DKI menjalin kerja sama dengan Pembangunan Jaya Ancol (PJA) terkait pemberian kredit sebesar Rp1,24 triliun dan promosi secara digital. Kerja sama ini ditandatangani oleh Direktur Utama Pembangunan Jaya Ancol Teuku Sahir Syahali dan Direktur Keuangan Bank DKI Romy Wijayanto.
"Penandatanganan kerja sama tersebut mencakup penyaluran kredit senilai Rp1,24 triliun secara bertahap dan kerja sama layanan pemasaran digital," kata Direktur Utama Bank DKI Fidri Arnaldy dilansir Antara, Jumat (24/12).
Arnaldy mengatakan, penyaluran kredit itu terdiri dari kredit modal kerja sebesar Rp389 miliar untuk kegiatan operasional Ancol dan kredit untuk refinancing PUB II Obligasi Tahap II Ancol sebesar Rp516 miliar.
Bank DKI juga akan memberikan kredit kepada pihak Ancol sebesar Rp516 miliar guna kebutuhan pembiayaan investasi rutin, pemeliharaan serta pengembangan aset Pembangunan Jaya Ancol yang sudah mulai kembali melaksanakan aktivitas.
Untuk pemasaran produk secara digital, Bank DKI akan bekerjasama dalam pemasaran tiket rekreasi Taman Impian Jaya Ancol yang mencakup kerja sama pemasaran unit rekreasi, kerja sama penjualan tiket dan pengembangan mekanisme pembayaran digital serta pembuatan gerobak reseller Ancol.
Dukungan lainnya Bank DKI kepada Ancol adalah digitalisasi sistem pembayaran melalui berbagai e-channel Bank DKI diantaranya Ancol Apps, MPOS, JakOne Mobile dan JakCard.
Dana kredit tersebut dikaitkan dengan rencana pelaksanaan formula E di Ancol. Ancol dipilih oleh panitia sebagai lintasan balap mobil tersebut.
Bank DKI menegaskan penyaluran kredit sebesar Rp1,2 triliun kepada PT Pembangunan Jaya Ancol tidak terkait rencana pelaksanaan balap mobil listrik Formula E atau Jakarta E-Prix 2022.
"Ini kerja sama bisnis Bank DKI dengan Ancol" kata Sekretaris Perusahaan Bank DKI Herry Djufraini.