Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho memastikan akan menindaklanjuti penataan kabel utilitas semrawut di beberapa titik. Hari mengklaim, penataan terhadap kabel utilias terus dikerjakan, meski masih banyak yang berserakan.
"Tim Satgasus akan cek dan tertibkan, kita sedang mengadakan penataan secara bertahap dalam merelokasi kabel udara ke bawah tanah," ucap Hari kepada merdeka.com, Jumat (5/11).
"Ini sejalan dengan revitalisasi pedestrian, kita juga melakukan penataan utilitas yang berada di atas," sambungnya.
Hari menampik, jika penataan utilitas lantaran masih belum ada kesepakatan tarif sewa antara Pemprov DKI dengan operator. Menurut dia, perihal tarif sewa masih dapat dibangun komunikasi agar penataan utilitas bisa berjalan.
"Masalah tarif nanti b to b (business to business) dengan para operator, hanya sedikit perbedaan pandangan. Sudah saya koordinasikan," tandasnya.
Berdasarkan pantauan merdeka.com, kabel-kabel menjuntai banyak ditemukan di sejumlah ruang jalan Jakarta. Kondisi ini membahayakan warga, terutama saat musim hujan.
Sebagai contoh, dalam jalan raya Lenteng Agung mengarah ke Pancoran ditemukan sekitar 10 titik yang di mana kabel–kabel listrik tersebut melintang tidak beraturan. Hal–hal seperti ini harus menjadi pekerjaan rumah pemerintah dalam membereskan permasalahan tata ruang di jalanan ibu kota.
Banyak kabel-kabel tersebut juga melintas di atas toko–toko di daerah Lenteng Agung. Tak jarang juga kabel–kabel tersebut melintang di antara pohon–pohon besar.
"Kalau untuk kabel ini sudah sejak lama, untuk pastinya kurang tahu. Biasanya, juga suka dikontrol setiap hari jumat oleh PLN," ujar salah satu pemilik warung di daerah Lenteng Agung.
Contoh lain, di Jembatan penyeberangan orang (JPO) daerah Gelael, terdapat kabel–kabel yang berserakan di JPO tersebut. Ditambah dengan sampah–sampah bungkus rokok dan daun di ujung JPO tersebut.