Kasubag Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taga Radja Gah menegaskan bahwa anak-anak yang belum diizinkan orang tua mengikuti PTM terbatas akan tetap mendapatkan pelajaran. Proses belajar mengajar akan dilakukan via daring.
Pemprov, lanjut dia, tetap menanggapi sikap orang tua yang tidak memberikan izin sebagai ungkapan protes terhadap pelaksanaan PTM terbatas. Orang tua tentu punya beragam alasan.
"Orang tua tidak protes. Yang ada itu belum mengizinkan anak-anaknya datang ke sekolah dengan berbagai hal," kata Taga, saat dihubungi merdeka.com, Senin (30/8).
"Satu mungkin kondisi anak kurang sehat. Dua masih khawatir terpapar Covid-19 dan itu tidak masalah. Kita akan layani secara daring. Jadi tidak ada bicara ini kontra, pro (PTM Terbatas), ini bicara solusi kepada anak bangsa, solusi kepada masyarakat," tegasnya.
Karena itu, Pemprov tidak mempersoalkan apalagi menyalahkan orang tua yang belum mengizinkan buah hati mengikuti PTM terbatas. Sebab anak-anak tetap bisa tetap belajar dari rumah.
"Jika sudah yakin dan percaya sama sekolah kita sudah menyiapkan betul protokol Kesehatan yang ketat. Tapi dengan catatan membuat pernyataan di atas meterai. Orang tuanya tanda tangan. Itu harga mati. Karena bisa terjadi walaupun anaknya sudah disuntik vaksin, sekolahnya sebagai piloting PTM terbatas, tapi orang tua tidak mengizinkan, tidak masalah," ujar dia.
Dia pun meminta segenap orang tua yang belum mengizinkan anak mengikuti PTM terbatas tidak perlu khawatir. Dia menjamin anak yang tidak dapat mengikuti PTM terbatas akan tetap bisa mendapatkan pelajaran.
"Orang tua tidak usah khawatir anaknya tidak terlayani, InsyaAllah terlayani," tandas dia.