Pemprov DKI Jakarta mengirimkan surat yang ditujukan ke para Duta Besar negara sahabat agar turut membantu memenuhi kebutuhan pasien isolasi di rumah susun Nagrak, Cilincing Jakarta Utara. Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono, menilai hal itu tidak patut.
"Kalau surat itu ditujukan kepada para Duta Besar negara sahabat rasanya kok tidak elok," ucap Gembong, Jumat (2/7).
Jika surat itu dalam rangka mengajak kolaborasi, kata Gembong, harusnya tidak hanya Duta Besar yang dikirim surat. Tetapi bisa seluruh lapisan elemen masyarakat tanpa harus mengajak secara khusus bahkan resmi dengan menggunakan surat berkop instansi pemerintahan.
Lagipula, imbuhnya, Pemprov dilarang bersikap pasif dengan hanya menunggu partisipasi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pasien isolasi. Meski kondisi keuangan Jakarta sedang tidak baik, Gembong meyakini Pemprov mampu menangani kondisi pandemi dengan segala keterbatasan.
"Jangan sampai ada kesan hanya menunggu uluran tangan dari Duta Besar, atau masyarakat sementara Pemprov enggak berbuat. Jangan ada julukan 'Provinsi Pengemis' kepada negara lain," pungkasnya.
Sebelumnya beredar surat yang diduga berkop dari Sekretariat Daerah Biro Kerja Sama Daerah Pemprov DKI Jakarta di media sosial terkait permintaan bantuan sejumlah fasilitas untuk lokasi isolasi mandiri pasien Covid-19 di Rusun Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara.
Surat yang ditujukan kepada dubes negara asing tersebut tertanggal 28 Juni 2021 dan ditandatangani oleh Andhika Permata, Kepala Biro Kerja Sama Daerah Pemprov DKI.
Dalam surat itu tertera sejumlah barang yang perlu dipenuhi, di antaranya masing-masing lima ribu buah vellbed, meja lipat kecil, ember, sapu, kipas berdiri, dan lain-lain. Ada juga kebutuhan 500 unit dispenser air, delapan unit komputer, lima unit printer, dan dua unit laptop.
Surat tersebut juga menyertakan barang-barang yang diperlukan untuk memaksimalkan ruang isolasi di rumah sakit daerah DKI, seperti 30 unit ventilator, 20 buah tenda serba guna, 300 buah matras, dan sejumlah barang lainnya.
Pada bagian akhir surat, dikatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta sangat terbuka jika kedutaan berniat untuk berkontribusi untuk pemenuhan barang-barang tersebut.
Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria menyebutkan surat permohonan bantuan dari Pemprov DKI yang ditujukan bagi para duta besar negara sahabat yang viral di media sosial, adalah untuk berkolaborasi menghadapi Covid-19.
"Jakarta ini kota kolaborasi. Tentu kita mengajak semua masyarakat berkolaborasi bersama untuk saling membantu satu sama lain. Tidak hanya dubes, tapi semua elemen masyarakat," ujar Riza di Balai Kota Jakarta, Kamis (1/7) malam.
Riza menyebutkan bahwa selama ini pihaknya bekerjasama dengan berbagai elemen terutama swasta untuk bahu-membahu mencarikan solusi atas berbagai permasalahan, seperti penanganan pandemi Covid-19.
"Pemprov DKI selama ini bahu-membahu untuk mencarikan solusi yang terbaik bagi masalah di Jakarta," tutur dia.