Dishub Uji Coba Road Bike di JLNT Kampung Melayu - Tanah Abang

Nantinya sejumlah perbaikan akan dilakukan berdasarkan evaluasi tersebut. Rencananya jalur tersebut akan dipermanenkan.

Yunita Amalia
Oleh Yunita Amalia - Reporter
Dishub Uji Coba Road Bike di JLNT Kampung Melayu - Tanah Abang
Uji Coba Lintasan Sepeda Balap di JLNT. ©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Dinas Perhubungan DKI Jakarta melakukan uji coba jalan layang non tol (JLNT) Kampung Melayu - Tanah Abang. Kepala Dinas Perhubungan Syafrin Liputo mengatakan uji coba sebagai bentuk fasilitas bagi pesepeda dengan kecepatan tinggi.

"Kami bersama stake holder akan melakukan evaluasi, hasil evaluasi akan menentukan bahwa pelaksanaan ini aman terus dilaksanakan Sabtu-Minggu pukul 05.00 sampai 09.00 WIB," kata Syafrin, Minggu (23/5).

Nantinya sejumlah perbaikan akan dilakukan berdasarkan evaluasi tersebut. Rencananya jalur tersebut akan dipermanenkan.

"Tentu ada beberapa perbaikan dari sarana prasarana yang akan diperbaiki setelah firm bahwa seluruhnya siap baru akan dipermanenkan," ucap dia.

Sebelumnya, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta melaksanakan Uji Coba Road Bike (Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Kampung Melayu - Tanah Abang pada Minggu, 23 Mei 2021, dari pukul 05.00 sampai 08.00 WIB.

Untuk menunjang pelaksanaan uji coba tersebut, Dishub Provinsi DKI Jakarta juga akan menerapkan rekayasa lalu lintas. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Syafrin Liputo, pada Sabtu (22/5).

"Jalan Layang Non Tol Kampung Melayu - Tanah Abang difungsikan sebagai road bike sampai dengan putar balik arah Barat-Barat di bawah flyover Dr. Saharjo. Ada pengalihan arus kendaraan dari Tanah Abang menuju Kampung Melayu dapat melalui Jl. KH. Mas Mansyur - Jl. Dr. Satrio - Jl. Raya Casablanca - Jl. Dr. Saharjo lalu putar balik Selatan-Selatan menuju Jl. Abdullah Syafei, dan seterusnya (JLNT Kampung Melayu - Tanah Abang)," terangnya.

Lebih lanjut, Syafrin menyebut, kendaraan yang akan berputar dari arah Barat-Barat di bawah flyover Dr. Saharjo dialihkan menuju Jl. Dr. Saharjo, lalu berputar arah Selatan-Selatan di Jl. Dr. Saharjo, kemudian berputar arah Utara-Utara di depan Balai Sudirman.

Untuk pengalihan arus kendaraan dari Kampung Melayu menuju Tanah Abang dapat melalui Jl. Abdullah Syafei - Jl. Dr. Saharjo - berputar arah Utara-Utara di depan Balai Sudirman - Jl. Pal Batu Raya - Jl. Raya Casablanca - Jl. Dr. Satrio - Jl. KH. Mas Mansyur (di bawah JLNT Kampung Melayu - Tanah Abang).

Sedangkan, untuk kendaraan yang akan berputar arah Selatan-Selatan di depan Citywalk Sudirman, dialihkan di bawah flyover Karet Bivak.

Alasan uji coba pagi hari

Syafrin Liputo menjelaskan alasan penentuan uji coba dilakukan pada pagi hari karena mempertimbangkan kecepatan angin. Menurutnya, kecepatan angin pada pagi hari tidak terlalu kencang dibandingkan siang hari.

"Tentu dengan uji coba ini itu salah satu yang kami analisis, kenapa pagi? Karena kita ketahui pada pagi hari hembusan angin tidak begitu kencang dan relatif lebih bisa dikendalikan," ucap Syafrin.

Selain itu, jika terdapat satu acara yang menggunakan JLNT, kepadatan lalu lintas di pagi hari bisa dialihkan ke jalan arteri DR. Saharjo.

Dia menambahkan uji coba road bike di JLNT akan terus dilakukan evaluasi secara berkala. Sebab, komunitas-komunitas pesepeda secara berduyun mendaftar untuk ikut serta uji coba kebijakan ini.

"Tadi malam saya mendapatkan informasi bahwa ada sekitar 19 komunitas yang hari ini bersama melakukan uji coba," jelasnya.

Rekomendasi