Sejumlah tempat pemakaman umum (TPU) yang berada di DKI Jakarta diperuntukkan untuk pemakaman jenazah pasien Covid-19. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, jenazah pasien Covid-19 yang berasal dari luar kota juga dimakamkan di Jakarta.
Menurutnya, hal ini dikarenakan pasien sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit rujukan di Jakarta. Kendati demikian, Riza tidak mengetahui data rinci mengenai jumlah jenazah non-DKI yang dimakamkan di TPU khusus Covid-19.
"Sama. Nanti angkanya dicek ke Dinas Pemakaman, berapa warga Jakarta berapa warga luar yang dimakamkan di Jakarta," ujar Riza, Selasa (5/1).
Pemprov DKI diketahui telah menyiapkan lahan baru untuk pemakaman jenazah pasien Covid-19, setelah TPU Pondok Ranggon dan TPU Tegal Alur sudah tidak mampu lagi menampung jenazah. Lahan baru yang disediakan di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, seluas 8.000 meter.
"Tahap pertama seluas 8.000 meter dari 2 hektare yang dapat menampung sekitar 1.500 petak makam," katanya dalam unggahan media sosial instagram @bangariza, Kamis (31/12).
Selain itu, Pemprov DKI juga masih terus mematangkan lahan di TPU Rorotan dengan luas 25 hektare. Kendati begitu Riza tidak menyebutkan pasti kapan TPU tersebut dapat digunakan.
"Sekali lagi lahan baru untuk pemakaman segera kita buka di TPU Rorotan di Jakarta Utara," jelasnya.
Sebelumnya, TPU Pondok Ranggon Jakarta Timur yang selama ini sebagai tempat pemakaman khusus Covid-19 sudah tidak dapat menampung lagi.
Sedangkan, Ketua Satuan Pelaksana Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tegal Alur Wawin Wahyudi menyatakan lahan Tegal Alur masih mencukupi untuk pemakaman jenazah dengan protokol Covid-19.
"Ketersediaan lahan di Tegal Alur saat ini masih mencukupi meski telah terjadi peningkatan jumlah jenazah yang masuk beberapa hari lalu," kata Wawin saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (30/12).
Dia menyebut sempat terjadi peningkatan pemakaman sejak 25 Desember 2020 yang mencapai 40-50 jenazah dalam satu hari. Namun, saat ini adanya penurunan jumlah jenazah yang dimakamkan.
"Tertinggi kemarin Senin (28/12) kalau enggak salah sampai 52 jenazah, kemarin tidak sampai 40 jenazah," ucapnya.
Lanjut Wawin, para petugas dilakukan sejumlah jadwal untuk untuk antisipasi lonjakan. Kendati begitu, untuk pemakaman hanya berlangsung hingga pukul 22.00 WIB.
"Untuk menjaga kesehatan petugas, kami hanya menerima pemakaman sampai pukul 22.00 WIB. Bila lebih, akan diminta untuk diantarkan keesokan harinya, kita mulai pukul 07.30 WIB," jelasnya.