Pemprov DKI Tegaskan Tak Lanjutkan Proyek Reklamasi, Pulau Terbangun untuk Publik

Kepala Bappeda Provinsi DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono, dalam kesempatan yang sama mengatakan visi penataan wilayah pesisir Jakarta yang akan dilakukan secara integratif.

Yunita Amalia
Oleh Yunita Amalia - Reporter
Pemprov DKI Tegaskan Tak Lanjutkan Proyek Reklamasi, Pulau Terbangun untuk Publik
Gedung Balai Kota DKI Jakarta. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Penjabat Sekretaris Provinsi DKI Jakarta, Sri Haryati, memastikan pihaknya tidak akan meneruskan proyek reklamasi 13 pulau. Namun untuk empat pulau reklamasi yang telah terbangun akan dilakukan pemanfaatan.

Dalam pemanfaatan pulau tersebut, Pemprov melibatkan perwakilan masyarakat sipil, organisasi masyarakat sipil, nelayan, akademisi, dan peneliti LIPI untuk berdiskusi tentang pemulihan pesisir pantai utara Jakarta.

"Kami di Pemprov DKI Jakarta juga tetap konsisten untuk tidak melanjutkan pembangunan pulau dan menjadikan pulau yang sudah terbangun dapat dimanfaatkan untuk publik," ungkap Sri dalam diskusi daring, Selasa (22/12).

Kepala Bappeda Provinsi DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono, dalam kesempatan yang sama mengatakan visi penataan wilayah pesisir Jakarta yang akan dilakukan secara integratif.

"Penataan ini berlandaskan pemulihan kawasan serta pembangunan infrastruktur yang memperhatikan aspek keadilan sosial dan lingkungan hidup. Kami mendorong pemulihan kawasan ini untuk pemanfaatan publik ke depannya," ujarnya.

Salah satu bentuk pemanfaatan publik dari Pantai Maju adalah JALASENA (Jalan Kaki dan Sepeda Santai) yang akan diteruskan pengembangannya sampai mengelilingi Pantai Maju. Pemprov DKI Jakarta juga memastikan bahwa lahan kontribusi di Pantai Kita akan dibangun untuk pemanfaatan publik. Pemprov DKI Jakarta merencanakan pembangunan pantai publik di Kawasan Mangrove Kamal Muara.

Terkait rencana peningkatan kualitas Kawasan Mangrove di DKI Jakarta, Prof Etty Riani dari IPB, menyebutkan Teluk Jakarta saat ini tercemar logam berat.

"Kawasan Mangrove dapat berfungsi mengurangi polusi logam berat tersebut. Sehingga, perlu dilakukan peningkatan kualitas kawasan agar dapat tetap terjaga kelestarian lingkungannya," ucapnya.

Di samping itu, permasalahan lain di Teluk Jakarta yang turut dibahas dalam diskusi publik ini adalah sampah yang masuk dari 13 sungai. Dr. Reza Cordova dari LIPI mengapresiasi usaha Pemprov DKI Jakarta yang telah mampu mengurangi sampah yang masuk ke Teluk Jakarta.

"Namun demikian, perlu penggunaan teknologi yang mampu menjaring sampah sampai ke kolom air. Selain itu, perlu adanya kerja sama regional untuk mengurangi sampah yang berasal dari wilayah sekitar Jakarta," katanya.

Dalam sesi diskusi, masyarakat pesisir turut menyampaikan apresiasi terhadap rencana yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta. Karnadi, Warga Kamal Muara, menyampaikan dukungan terhadap rencana pengembangan wilayah di beberapa RW di Kamal Muara sudah tidak terkena banjir lagi.

Rekomendasi