Setelah PSBB Selesai, Polisi Pertimbangkan Kembali Penerapan Ganjil Genap atau Tidak

Pada Senin (1/6) kemarin, peningkatan kendaraan di dalam kota sebanyak empat persen. Namun, jumlah itu tak terlalu signifikan.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Setelah PSBB Selesai, Polisi Pertimbangkan Kembali Penerapan Ganjil Genap atau Tidak
ganjil genap. ©2018 liputan6.com

Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jakarta baru akan berakhir pada 4 Juni mendatang. Tetapi kendaraan warga terus meningkat dari sebelumnya.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo, menduga kondisi tersebut karena pembatasan kendaraan dengan sistem ganjil-genap belum kembali diberlakukan.

"Memang hari ini mulai ada peningkatan volume arus lalu lintas. Ganjil-Genap nanti berlaku setelah PSBB berakhir," kata Sambodo, Jakarta, Selasa (2/6).

Sementara itu, Kasubdit Bin Gakkum Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar, belum bisa memastikan kapan aturan ganjil genap kembali diberlakukan meskipun PSBB wilayah Jakarta akan berakhir dua hari ke depan.

"Iya, jadi nanti setelah berakhir 4 Juni akan kami evaluasi dan koordinasi dengan rekan-rekan Dishub DKI, kami observasi lagi terakhir karena fakultatif nih kadang-kadang naik, kadang-kadang turun," ujar Fahri.

"Minggu kemarin dibanding Minggu kemarinnya lagi turun, tapi dibanding 2-3 Minggu lalu naik gitu. Jadi masih fakultatif dan kebutuhan apa nanti pakai gage apa enggak masih kita observasi," sambungnya.

Meski begitu, untuk mengurangi kemacetan kepolisian tak hanya menerapkan aturan ganjil-genap saja. Namun bisa juga dengan cara lain seperti melakukan rekayasa lalu lintas.

"Mengurai kemacetan tidak hanya menggunakan ganjil-genap, tapi bisa juga dengan management lain misalnya rekayasa, buka tutup, alih arus. Bagaimana pentingnya nanti kita liat tanggal 4 Juni," ungkapnya.

"Jadi, kalau butuhkan ganjil-genap apa enggak kita evaluasi dulu. Karena tidak serta merta ganjil-genap bisa diterapkan, karena volumenya butuh enggak, kalau volume enggak butuh ya kita enggak pakai gage," tambahnya.

Pada Senin (1/6) kemarin, lanjut Fahri, peningkatan kendaraan di dalam kota sebanyak empat persen. Namun, jumlah itu menurutnya tak terlalu signifikan.

"Kalau peningkatan sih kemarin kan masuk ke dalam Jakarta tidak terlalu banyak, sedangkan kalau peningkatan dalam kota naiknya enggak terlalu signifikan hanya sekitar 4 persen ini di dalam kota, sekitar 4 persen naiknya," tutupnya.

Rekomendasi