Satu minggu pasca penerapan ujicoba perluasan ganjil-genap, Pemprov DKI Jakarta mengklaim berhasil menurunkan polusi udara di Ibu Kota hingga 20 persen.
"Penurunan sesuai pengalaman kita terjadi penurunan (sekitar) 20 persen. itu polusi udara turun 20 persen saat itu kualitas udara Jakarta yang pada diterapkan ganjil genap itu baik," kata Kepala Dishub DKI Syafrin Liputo di Balai Kota Jakarta, Selasa (20/8).
Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Andono Warih pihaknya melakukan pemantauan kualitas udara di Stasiun Bundaran HI. Hasilnya penurunan tingkat polusi sebanyak 18,9 persen.
"Ini data hasil pemantauan kualitas udara di 2 SPKU setelah uji coba ganjil genap selama satu minggu kemarin, untuk Stasiun Bundaran HI terjadi penurunan 18,9 persen," jelasnya.
Sementara hasil pengamatan kualitas udara di Stasiun Kelapa Gading, kata Andono, mengalami penurunan sekitar 13 persen. "Untuk Stasiun Kelapa Gading terjadi penurunan 13,51 persen," ujarnya.
Dia berharap, penurunan tingkat polusi udara terus terjadi dengan adanya ganjil genap dan peningkatan jumlah warga menggunakan kendaraan umum. "Kita harap bisa terus turun (polusi udara)," jelasnya.
Berdasarkan data airvisual yang diakses siang hari ini, Jakarta menduduki kota nomor enam terpolusi. Sebelumnya Jakarta terus menjadi juara pertama kota dengan polusi udara tertinggi.
Reporter: Delvira Hutabarat
Sumber: Liputan6.com