Polda Metro Jaya tengah menggodok terkait membandelnya pemotor yang melintas di Jalan Layar Non Tol (JLNT) Casablanca. Padahal, rambu larangan motor melintas telah dipasang di pintu masuk JLNT.
"(Jaga masing-masing sudut?) Ini masukan baru ini, masalah Casablanca ini akan saya evaluasi. Minggu-minggu depan ini akan saya evaluasi selesai arus balik ini," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes M. Yusuf di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, Sabtu (23/6).
Solusi sementara, kata Yusuf, polisi akan berjaga di tiap sudut JLNT, kemudian menindak tegas pemotor yang bandel. Namun, saat ini polisi masih menggunakan cara persuasif.
"Iya saya cari solusi (sepekan ke depan). Ya gini ya mas, tindakan itu kan upaya terakhir, tindakan penilangan itu upaya terakhir kalau memang bisa persuasif bisa kan," ujarnya.
"(Peningkatan denda) Ya justru itu saya kan harus punya data awal dulu itu seperti apa sehingga kita mengambil suatu kebijakan enggak salah," katanya.
Sebelumnya, Jalan Layang Non Tol (JLNT) Casablanca-Tanah Abang hingga kini masih terus dilewati pengendara motor. Padahal jelas-jelas ada larangan motor dilarang melintas karena faktor keselamatan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan akan berkomunikasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta terkait maraknya pengendara motor yang masih melewati JLNT.
"Nanti kita komunikasikan dengan Dishub. Yang punya jalan kan Dishub. Nanti kita komunikasikan seperti apa baiknya," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (1/2).