Polda Metro dukung kebijakan Pemprov DKI asal sesuai aturan

Polda Metro dukung kebijakan Pemprov DKI asal sesuai aturan. Argo menuturkan, wajar saja jika sopir angkot ingin agar tak dilakukan diskriminasi dengan angkot lainnya. Karena mereka juga merupakan rakyat kecil yang tentunya memiliki keluarga dan anak yang putus sekolah.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Polda Metro dukung kebijakan Pemprov DKI asal sesuai aturan
Kabid Humas Polda Metro, Kombes Pol Argo Yuwono. ©2017 Merdeka.com/Muhammad Genantan Saputra

Polda Metro Jaya siap membantu segala program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Hal itu termasuk para sopir angkot yang mengikuti program OK Otrip.

"Semua kebijakan pemerintah daerah itu yang membuat kebijakan siapa? Kan pemerintah daerahnya kan begitu, tentunya, pihak kepolisian akan membantu asalkan sesuai dengan aturan yang berlaku di situ ya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (3/2).

Lebih lanjut, Argo menuturkan, wajar saja jika sopir angkot ingin agar tak dilakukan diskriminasi dengan angkot lainnya. Karena mereka juga merupakan rakyat kecil yang tentunya memiliki keluarga dan anak yang putus sekolah.

"Di situ dia menuntut wajar ya, nanti dari yang dituntut lah pemerintah seperti apa ya di situ kita tunggu saja," tuturnya.

Sebelumnya, Dua belas perwakilan sopir angkot yang terdiri dari M08 dan JP03 ditemui Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balai Kota, Jakarta Pusat. Sejak pukul 14.30 Wib mereka melakukan rapat tertutup di ruang rapat pimpinan Balai Kota.

Kedatangan sopir angkot ini untuk mencari solusi yang tepat terkait pendapatan sopir yang menurun pasca penutupan Jalan Jati Baru Raya, Tanah Abang untuk pedagang kaki lima (PKL). Dalam pertemuan itu Sandiaga mengenakan seragam Dishub dan ditemani Kadishub DKI Jakarta Andri Yansyah.

Pertemuan tertutup yang berlangsung sekitar 25 menit itu belum mendapat kesepakatan bersama. Sandiaga hanya menawarkan usulan kepada para sopir untuk bergabung dalam program OK Otrip (One Karcis One Trip).

"Solusi yang kita tawarkan adalah OK Otrip kita ingin mereka betul-betul mengerti apa itu OK Otrip dan untuk sementara mereka sekarang lagi mencerna tawaran kita. Dan kita ingin ada solusi kita berikan waktu mereka untuk berembuk," ujar Sandiaga di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (2/2).

Saat ini para sopir tengah bermusyawarah untuk terkait solusi OK Otrip tersebut. Sembari menunggu hasil, Sandi meninggalkan ruang rapat karena harus menghadiri agenda lain. Usai itu negosiasi akan dilanjutkan.

Rekomendasi