Detik-detik pasutri pengusaha garmen dihabisi mantan karyawan

AZ, EK dan Zul menghabisi pasutri yang juga mantan majikan, Zakaria Husni (57) dan Zakiya Masrur (52) lantaran dendam tak diberi uang pesangon. Ketiga tersangka membungkus mayat kedua korban dengan bedcover dan membuang ke Sungai Klawing Desa Plumbungan, Kecamatan Bobotsari, Purbalingga.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Detik-detik pasutri pengusaha garmen dihabisi mantan karyawan
Rekonstruksi pembunuhan pasutri di Purbalingga. ©2017 Merdeka.com/Ronald Chaniago

AZ, EK dan Zul menghabisi pasutri yang juga mantan majikan, Zakaria Husni (57) dan Zakiya Masrur (52) lantaran dendam tak diberi uang pesangon. Ketiga tersangka membungkus mayat kedua korban dengan bedcover dan membuang ke Sungai Klawing Desa Plumbungan, Kecamatan Bobotsari, Purbalingga."Ini motif sebenarnya karena ekonomi," ujar Subdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kanit III Kompol Wagino di Jakarta, Senin (9/10).Ketiganya menjalani rekonstruksi di rumah korban, Jalan Pengairan No. 21, RT 011 RW 06, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat.Saat rekonstruksi, adegan delapan adalah detik-detik tewasnya Zakiya Masrur."Istrinya ini dicekik dari belakang usai lakukan salat Magrib, sama Zul. Lalu teriak dan dipukul oleh Engkos ini," ujarnya.Saat kejadian itu, suami korban sedang salat Magrib di masjid, yang tak jauh dari rumah. Setibanya di rumah, tersangka Zul langsung memukul korban sebanyak dua kali di bagian belakang."Adegan 14 suaminya ini dipukul. Tersangka Zul ngumpet di balik pintu, korban datang lalu dipukulnya ini pakai besi. Besinya ini dibeli di tukang rongsokan di daerah Tangerang," terang Wagino.Tiga tersangka menjalani 26 adegan dengan delapan titik kejadian. Menurut Wagino, para tersangka sudah berniat menghabisi kedua korban tersebut saat berada di indekos Zul. Saat menuju ke rumah korban, para tersangka terlebih dahulu membeli sarung tangan untuk menghilangkan sidik jari.Para tersangka butuh waktu selama satu jam saat melakukan perbuatan kejinya di rumah pengusaha garmen itu."Sekitar pukul 18.00 WIB, mereka masuk. Lalu sekitar pukul 19.40 WIB mereka keluar dan bawa jenazah para korban ke dalam mobil. Ya sekitar satu jam lebih," ujarnya.Kedua anak korban, Oci dan Gilang geram saat melihat rekontruksi. Oci sempat keluarkan kata-kata pedas saat melihat adegan orang tuanya dibunuh."Salah Papa sama Mama apa? Orang tua saya sudah baik sama kamu. Puas kamu sudah bunuh?" kata Oci.Sementara itu, anak pertama korban, Gilang meminta agar Kepolisian memberikan hukuman berat kepada para mantan anak buah orang tuanya itu."Saya minta hukuman yang maksimal kepada pelaku. Saya juga terima kasih kepada polisi yang cepat tangkap pelaku. Saya sudah maafkan, tapi proses hukum harus berjalan dan hukum harus yang berat," kata Gilang.

Rekomendasi