PT KCJ perbanyak mesin tiket otomatis untuk gantikan loket

PT KCJ perbanyak mesin tiket otomatis untuk gantikan loket. Sejak akhir 2015 hingga awal 2017, PT KCJ telah melakukan pengadaan C-Vim sebanyak 50 unit untuk 13 Stasiun. Dengan penambahan 184 unit, secara keseluruhan akan ada 43 stasiun yang memiliki fasilitas C-Vim. Target tahun ini menambah 400 unit.

Alif Nur Hidayat
Oleh Alif Nur Hidayat - Reporter
PT KCJ perbanyak mesin tiket otomatis untuk gantikan loket
vending machine tiket kereta. ©2017 Merdeka.com

PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) melakukan penambahan perangkat vending machine sebanyak 186 unit. Direktur Utama PT KJC, Muhammad Nurul Fadhila menargetkan menambah Vending Machine (C-Vim) hingga 400 unit sepanjang tahun ini.

"Kami punya data satu tahun operasional vending machine dan menurut kami hasilnya cukup positif. Sehingga ini yang membuat kami terus memperbanyak vending machine," ujarnya di Stasiun Juanda Jakarta, Selasa (23/5).

Sejak akhir 2015 hingga awal 2017, PT KCJ telah melakukan pengadaan C-Vim sebanyak 50 unit untuk 13 Stasiun. Dengan penambahan 186 unit, secara keseluruhan akan ada 43 stasiun yang memiliki fasilitas C-Vim.

Stasiun yang dalam waktu dekat ini akan memiliki C-Vim antara lain adalah stasiun Kebayoran, Parung Panjang, Maja, Cibinong, Jatinegara, Duren kalibata dan stasiun layang (Cikini hingga Jayakarta).

Fadhil menjelaskan bawa Vending Machine akan diluncurkan dalam dua variant, Vending Machine yang melayani top up Multi Trip dan Vending Machine pencetak Single Trip.

"Alasan mengapa kami pisah karena selama ini pengguna Multi Trip yang seharusnya lebih praktis harus ikut mengantri dengan pengguna Single trip saat hendak melakukan top up," tuturnya.

Seiring dengan penambahan mesin C-Vim, PT KCJ secara bertahap mulai melakukan pengurangan loket di sejumlah stasiun. Ke depannya loket hanya akan melayani penjualan Kartu Multi Trip baru dan penyelesaian keluhan terkait transaksi e-ticketing.

"Pengurangan loket sebelumnya sudah diuji coba di sejumlah stasiun seperti Stasiun Bogor, Pondok Cina, Manggarai, Bekasi, Sudirman, Juanda, Jakarta Kota, Palmerah dan Pondok Ranji," paparnya.

Fadhil juga meminta masyarakat yang kurang update teknologi untuk tidak khawatir karena pihaknya juga tetap menyiapkan petugas untuk membantu penumpang.

"Mesin-mesin baru ini sudah dilengkap sensor yang lebih responsif. Mesin baru ini sudah tidak bisa lagi menerima uang yang sobek, uang yang lecek, uang yang disolatip. Alat yang lama tetap kita gunakan," ungkapnya.

Rekomendasi