Penghuni kesulitan tutup praktik prostitusi online di Kalibata City

Hal ini karena prostitusi yang dilakukan di Kalibata hanya eksekusi bukan berupa transaksi.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
Penghuni kesulitan tutup praktik prostitusi online di Kalibata City
apartemen kalibata city. ©photobucket.com

Baru-baru ini jajaran Polres Jakarta Selatan menciduk muncikari prostitusi online di Apartemen Kalibata City. Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) Kalibata City merasa kecolongan dengan maraknya prostitusi di apartemen itu. "Penghuni Kalibata City ini kan lebih dari 2.600 jiwa dan kejadian itu kan masuknya wilayah privasi di dalam kamar, jadi kita tidak bisa menyentuh itu, mereka online, di dalam kamar," tutur ketua P3SRS, Musdalifah di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Rabu (25/5).Keberadaan mereka yang diakui secara sah membuat pihaknya tidak bisa melakukan penggerebekan selayaknya pihak kepolisian. Apalagi prostitusi yang dilakukan di Kalibata hanya eksekusi bukan berupa transaksi."Mereka itu legal, ada KTP, dalam kamar itu ada privasi kami tidak bisa menyentuh ke arah sana. Kita tidak tahu apa yang terjadi di dalam sana, yang tahu itu intel, kecuali mereka menjajakan diri secara terang-terang itu pasti kami lawan," tutur Musdalifah.Seperti penggerebekan kemarin, kata Musdalifah, kasus tersebut terkuak lantaran ada intel polisi yang telah menyelidiki. Sementara pihak P3SRS ikut mendampingi penggerebekan tersebut."Seperti yang penangkapan kemarin itu kan tahunya dari internet, dan saat penangkapannya kami giring. Kami ada di sana untuk mendorong penggerebekan itu," kata Musdalifah.Diakuinya, praktik prostitusi yang telah berjalan selama 2,5 tahun itu membuat citra penghuni apartemen lainnya turut tercoreng. Hal ini karena kasus semacam ini memang banyak terjadi di Kalibata City. Padahal kata dia, banyak kegiatan positif yang sering dilakukan oleh para penghuni apartemen."Saya bingung kenapa hanya pemberitaan yang seperti ini saja. Padahal kami ini sering melakukan kegiatan sosial seperti donor darah secara rutin dan santunan anak yatim setiap bulan Ramadan," tutup Musdalifah.

Rekomendasi