Ahok sebut Luar Batang tak digusur, hanya Pasar Ikan & Museum Bahari

"Bukan Luar Batang lah lebih cocok sebetulnya. Lebih cocok sebetulnya Pasar Ikan dan Museum Bahari," kata Ahok.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Ahok sebut Luar Batang tak digusur, hanya Pasar Ikan & Museum Bahari
Ahok resmikan RPTRA Cipinang. ©2016 merdeka.com/intan

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meluruskan bahwa penertiban yang akan dilakukan di kawasan Luar Batang, Jakarta utara bukan di bagian permukiman dekat Masjid Luar Batang melainkan Pasar Ikan dan Museum Bahari. Rencananya penertiban itu akan dilakukan pada 11 April mendatang"Bukan Luar Batang lah lebih cocok sebetulnya. Lebih cocok sebetulnya Pasar Ikan dan Museum Bahari," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (7/4).Sebelumnya Ahok memastikan bakal menggusur permukiman warga di sekitar Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, atau dekat Masjid Luar Batang. Rencananya penertiban itu dilakukan pada pertengahan April 2016.Tujuan penggusuran agar program normalisasi kali dapat terealisasi. Pemprov DKI juga ingin membangun dinding turap sehingga kawasan itu bebas dari banjir. Selain itu, Ahok mengaku punya tujuan lain, yakni menghindarkan warga dari penyakit Tuberculosis (TBC)."Tinggal di kawasan kumuh, ini daerah yang rawan kena TBC. Anda tinggal di sungai, di laut, sempit-sempitan tidak ada matahari langsung, saya enggak mungkin membiarkan Anda sakit," kata Ahok di Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (30/3).Mengenai Pasar ikan, Ahok mengatakan ingin membuat sebuah plaza di Pasar Ikan agar kawasan itu lebih tertata, dan nyaman bagi pengunjung. "Jadi ini nanti buat wisata saja yang bagus. Kita harapkan nanti ada plaza yang lebar, dari arah Teluk Sunda Kelapa ke Masjid Luar Batang kan itu sejarah Jakarta. Jadi waktu masuk dari kawasan Raden Wijaya mendaratnya di situ," kata Ahok, Kamis (31/3).Ahok mengatakan sedang mengkaji penataan ulang kawasan itu. Nantinya, plaza yang dibangun itu akan dijadikan tempat penampungan bagi pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini semarawut."Seluas-luasnya. Kami mau nampung PKL. Sekarang tiap malam Jumat PKL datang, peziarah datang, bus taruh mana? Kita mau parkir di Tongkol, baru plaza buat siapa? Ini mesti tata," jelasnya.Tak hanya akan memberikan lapak dagang bagi para PKL, dampak positif lainnya adalah kenyamanan bagi para pejalan kaki hingga peziarah yang berkunjung ke kawasan itu. "Orang datang jalan, orangtua mau jalan santai, nah ini mesti siapin tempat dagang supaya enggak jelek," pungkas orang nomor satu DKI ini.

Rekomendasi