Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yambise, mengunjungi Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) di Cipayung, Jakarta Timur. Dalam kunjungannya, Yohana mengaku kaget melihat banyak anak-anak dieksploitasi orangtuanya yang menjadi joki 3 in 1.Berangkat dari temuan itu, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, berniat menghapus sistem 3 in 1 dari jalanan ibu kota. Apalagi, diakui salah satu anak joki 3 in 1 yang diasuh di RSPA di Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, dirinya memang sering dianiaya orangtua bila tak mau ikut menjadi joki."Setiap hari diajak mama jadi joki three in one. Kalau tidak mau diajak ya tidak dikasih uang jajan," ujar R saat ditemui di PPPSA Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. Demikian dikutip dari situs resmi Pemprov DKI Jakarta, Senin (28/3).Bocah berinisial R (7) dan W (5) terjaring razia gabungan saat menjadi joki 3 in 1 dan mengamen di bilangan Blok M Jakarta Selatan. R saat ini masih duduk di bangku kelas satu SD negeri di bilangan Paseban, Senen, Jakarta Pusat.Sedangkan W, mengaku diajak ibundanya mengamen di sejumlah mal di Blok M. Jika tidak mau ikut ia kerap ditampar dan dipukuli oleh ibunya."Saya ngamen di parkiran, di pintu masuk mal atau di warung-warung. Mama cuma duduk duduk di depan supermarket Indomaret, melihat saya ngamen dari jauh," kata W.
Pengakuan bocah diancam orangtua bila tak mau jadi joki 3 in 1
Bahkan bocah W ditampar orangtuanya bila tak mau mengamen.
Rekomendasi