Nurria Puji Lestari (16) siswa SMK Negeri 22, Jakarta akhirnya ditemukan setelah sempat dinyatakan hilang beberapa hari lalu. Rupanya, Nurri kabur bersama kekasihnya yang juga masih dibawah umur dengan alasan hubungan keduanya tak dapat restu orang tua Nurri.
Sebelum menghilang, Nurri sempat mengirimkan SMS bernada minta tolong kepada orang tuanya. Hal itu ia lakukan semata-mata untuk lindungi si pujaan hati.
"Motif mengirim SMS ke orang tua tidak menyalahkan pacarnya karena tidak pulang ke rumah," ujar Kapolsek Pasar Minggu Kompol Zaky Alkazar Nasution kepada wartawan di Mapolsek Pasar Minggu, Selasa (8/3).
Kepada polisi, lanjut Zaky, Nurri bersama kekasihnya berencana mencari pekerjaan dan hidup dalam satu atap. "Niatnya mencari kerja dan hidup berdua dengan nurria. Hasil pemeriksaan diketahui pergi atas kemauan dari korban," tandasnya.
Sebelumnya, Nurri ditemukan di sebuah warung di daerah Cisarua, Bogor.
"Benar sudah ketemu, tapi ini bukan penculikan melainkan kasus membawa lari anak di bawah umur yang dilakukan oleh anak di bawah umur juga," ujar Zaky.
Motif Nurria dibawa kabur karena persoalan cinta yang tak direstui. Mereka sudah delapan bulan menjadi hubungan.
"Jadi motifnya tidak menyalahkan pacarnya karena tidak pulang ke rumah," sambung dia.
Saat diamankan di sebuah warung di Puncak, Bogor, keduanya tidak melakukan perlawanan. Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui Nurria pergi atas kemauannya sendiri
"Niatnya mencari kerja dan hidup berdua dengan korban," tambahnya.
Terkait kasus ini, pelaku bisa dikenakan Pasal 332 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 7 tahun.
Sebelumnya Nurria Puji Lestari, gadis berusia 16 tahun ini tak kunjung kembali ke rumahnya usai berpamitan pada Minggu, (6/3) sekitar pukul 10.00 Wib. Dia sempat mengirimkan SMS minta tolong.
"Ma, Pa Tolongin Nuri. Nuri takut. Ini Nuri sedang sama perempuan enggak Nuri kenal. Lagi di rumah kosong lantai 2'."