Memori terakhir sebelum Kalijodo tinggal cerita

Kawasan kelam itu bakal diganti dengan sebuah taman.

Aryo Putranto Saptohutomo
Memori terakhir sebelum Kalijodo tinggal cerita
kawasan kalijodo. ©2016 merdeka.com/istimewa

Jejeran rumah bordil dan perkampungan bercokol di kawasan Kalijodo hari ini mulai bakal tinggal cerita. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan bakal meratakan kawasan itu, buat diubah menjadi jalur hijau.Langkah itu setidaknya mengubah wajah daerah selama ini terkesan tak bertuan dan kelam itu menjadi bercahaya. Sejumlah langkah sudah dipersiapkan buat menggusur lokasi pelacuran itu. Sejumlah alat berat sudah diparkir. Bahkan, Perusahaan Listrik Negara (PLN) sudah memutus aliran listrik di Kalijodo."Ada 40 petugas untuk melakukan penertiban aplikasi alat pengukur dan pembatas Kwh meternya. Jadi itu kan aset PLN, jadi kita amankan, setelah kita amankan semua, baru pemadaman, karena kita harus amankan dulu aplikasi kwh meter," kata Asisten Manajer Energi PLN Arena Bandengan Jakarta Utara, Akmal Fahmi di Kalijodo, Jakarta, kemarin.Menurut Akmal, listrik di Kalijodo sebagian resmi, sisanya ilegal. Hanya saja, dia tak dapat memastikan mana saja yang sah atau yang mencuri."Memang ada pelanggan resmi, ada juga yang ilegal. Tetapi kalau sudah seperti ini kita tidak bisa mengecek lagi legal atau tidak, yang jelas sebagian resmi, pelanggan PLN," ucap Akmal.Pencurian listrik menjadi persoalan belakangan ini di wilayah Kalijodo. Dia mengaku selama ini kesulitan memasuki kawasan itu, karena situasi wilayah padat dan ramai."Iya jadi memang ada kendala. Makanya ini momen ketika ada pembongkaran, jadi kita tertibkan. Pencurian listrik ini, mereka bisa memanipulasi, misalnya ada listrik yang resmi, ada juga yang dicantol (sambung). Jadi ada yang nyantol juga," ujar Akmal.Maka dari itu, ia menegaskan, mulai hari ini Minggu (28/2), pihaknya akan melakukan pemadaman listrik."Iya kita di sini dalam pemadaman listrik ini didampingi aparat, jadi kita kerjasama dengan kepolisian," tutupnya.Di tengah hiruk pikuk itu, Gereja Bethel Indonesia (GBI) di Jalan Kepanduan II, Kalijodo, ikut terdampak penggusuran. Kemarin adalah terakhir kali jemaat menggelar ibadah di gereja.Pendeta GBI , Timotius Sutomo mengatakan, ibadah dilakukan berlangsung sangat sederhana. Apalagi penerangan di dalam gereja sudah tidak ada lagi."Jadi ibadah sederhana saja, walaupun lampu-lampu sudah tidak ada. Kami meriung di lantai, tetapi kami bersyukur masih bisa ibadah di hari ini sebelum bangunan ini tidak ada lagi," kata Timotius.Walaupun gereja itu juga sebentar lagi tinggal kenangan, dia tetap berharap ibadah tidak akan berakhir meski harus pindah di tempat yang baru.


"Ini menjelang Kalijodo bagi kami, karena ini ibadah menerima tugas baru. Tentunya kami tidak ingin berakhir di sini. Tapi kami berharap Tuhan proyeksikan dengan hal-hal yang baru, tugas dan lembaran baru juga. Kami akan sewa tempat di dekat sini supaya jemaat bisa kumpul," ucap Timotius.Timotius menyatakan, sudah sejak lama dia berencana pindah."Memang ada wacana itu kami dengar. Mungkin relokasi. Istilahnya pinjaman. Secara resmi belum ada. Kami tidak punya dasar untuk menuntut. Yang pasti kami tunggu saja," ujar Timotius.Timotius lantas mencoba bernostalgia. GBI Kalijodo sudah ada sejak 50 tahun lalu, tetapi baru berjalan selama 48 tahun."Gereja sudah ada sejak 50 tahunan, dan baru dipakai selama 48 tahun. Bangunan ini properti lama. Jemaat ada kurang lebih 50 orang. Sedangkan kalau perayaan besar ada sekitar ratusan orang," tutur Timotius.Saat ibadah terakhir berlangsung, mereka hanya diiringi musik akustik. Jemaat juga tidak menggunakan kursi, dan hanya duduk di lantai. Hanya saja soal harapan jemaat soal relokasi gereja nampaknya tidak dikabulkan Pemprov DKI Jakarta."Di relokasi rusun yang baru itu sudah ada tempat ibadah, tidak perlu lagi di bangun. Di rusun Marunda ada. Kalau sudah ada, dibangun lagi buat apa? Di rusun juga ada masjid. Rusun Marunda juga baru diresmikan. Jadi dibangun lagi keperluannya buat apa? Kalau ibadah kan sudah ada, Protestan sama, kecuali Katolik baru harus khusus," kata Walikota Jakarta Utara, Rustam Effendi, kemarin.Menurut Rustam, mereka tidak berencana membangun tempat ibadah baru, tetapi akan disesuaikan dengan relokasi rusun yang ada di sekitar wilayah tersebut."Intinya, tempat ibadah itu bukan bilamana ada jemaatnya. Bila tidak ada otomatis tidak dibuat tempat ibadah. Nah di lokasi lain sudah ada seperti masjid, gereja, dan vihara sudah ada. Kita sudah kasih penyadaran kepada mereka dan mereka siap kok. Nah kalau beribadah di dekat sini menyesuaikan dengan tempat ibadah yang ada di sekitar lokasi ini. Jadi memang tidak diperlukan menurut saya. Nanti dibicarakan lagi. Ini kan sekarang mereka menyebar, ada yang di rusun ada yang pulang kampung. Nanti di tempat baru ada tempat ibadah," ucap Rustam.Rustam memastikan, jika kawasan Kalijodo sudah rata, maka akan dibangun taman di atasnya."Setelah rubuh total pematangan tanah barat dan utara kita bangun ada sekitar 1,5 hektare. Realisasi ini setelah pembongkaran dan pematangan tanah. Pokoknya saya berharap akhir tahun 2016 jadi terbangun taman yang bagus di sini. Ingin nama taman apa? Taman pertaubatan gimana? Nanti ada joging track, tempat main anak-anak, lapangan futsal, dan taman yang mirip Waduk Pluit, kayak RPTRA (Rumah Publik Terpadu Ramah Anak). Makanya saya mau Taman Pertaubatan biar taubat kita semua," imbuh Rustam.

Rekomendasi