Wanita ini berani melawan Ahok setelah curhatannya ditanggapi sinis

Wanita 45 tahun yang merupakan warga Koja, Jakarta Utara, ini diomeli di depan umum oleh Ahok.

Lia Harahap
Oleh Lia Harahap - Reporter
Wanita ini berani melawan Ahok setelah curhatannya ditanggapi sinis
Ahok omeli ibu-ibu. ©2015 Merdeka.com

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, dikenal emosional. Tak cuma pada anak buahnya, ke orang-orang yang tak sejalan dengan pemikirannya akan disemprot dengan kalimat pedas.Seperti yang dialami Yusri. Wanita 45 tahun yang merupakan warga Koja, Jakarta Utara, ini diomeli di depan umum oleh Ahok, sapaan Basuki.Cerita itu bermula saat ibu Yusri merasa ada yang aneh dengan Kartu Jakarta Pintar (KJP) milik anaknya. Saat akan belanja keperluan sekolah si anak, ibu Yusri mengaku heran karena ada potongan 10 persen di sebuah toko.Ingin mendapat penjelasan langsung sebab uangnya dipotong, Yusri nekat menemui Ahok pada Kamis 10 Desember lalu. Rupanya Ahok sedang rapat di Banggar DPRD.Ibu Yusri sudah ngebet bertemu pria berkacamata itu. Dia memilih menyusul Ahok ke DPRD.Begitu melihat Ahok ke luar ruangan, dia langsung mencegat dan menceritakan yang dialaminya.Bukannya mendapat jawaban memuaskan, dia malah didamprat Ahok. Tak cuma itu, Ahok juga menyebut ibu itu dengan kata-kata maling."Anda beli barang atau minta uang? Karena di toko ada yang bisa minta uang balik (tarik tunai dengan debit). Saya mau tanya, kalau minta uang dipotong, karena yang tukang jualan juga jahat, karena dia tau lu maling, lu maling gua malingin juga," jawab Ahok ketus."Karena orangtua banyak yang beli barang juga enggak benar," sambung Ahok.Ahok kemudian meminta ajudannya mencatat nama ibu tersebut. Bahkan dia mengancam orang-orang yang maling dana KJP dipenjarakan.

Yusri sebenarnya heran mengapa Ahok begitu marah. Padahal dia hanya bertanya apa sebab terjadi pemotongan yang sebelumnya tidak pernah ada."Saya bingung, Pak Gubernur malah menyalahkan saya. Mungkin Pak Gubernur malu kali ya kenapa saya cerita di umum, harusnya kalau beliau datang ke kantor, ngomong secara lisan dan tidak dibuka untuk umum. Saya ingin ada perubahan mekanisme penggunaan KJP, jangan dipersulit," kata Yusri.Ucapan Ahok, kata Yusri, sangat menyinggung dirinya. Itu sebabnya dia menggugat Ahok dan melaporkan ke Mapolda Metro Jaya.Ahok didugat Rp 100 miliar. Sebab menurutnya ucapan Ahok sangat tidak patut."Gugat 100 miliar itu karena dibandingkan dengan harga diri saya sudah dihina sama beliau itu enggak senilai nominalnya dengan Rp 100 miliar itu, enggak sebandinglah, makanya saya gugat Rp 100 miliar," kata Yusri saat dihubungi, Selasa (24/12).Dia menambahkan, akibat ucapan Ahok, anaknya mengaku menjadi bahan omongan temannya. Akibatnya anaknya malu berangkat ke sekolah.Yusri menjelaskan, perihal ucapan Ahok yang menyebutnya maling bermula saat dirinya hendak menanyakan permasalahan terkait Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang dialaminya. Dia menanyakan, kenapa pencairan KJP sekarang berstruk Bank BCA, padahal sebelumnya Bank DKI.Menurutnya, Ahok saat dimintai keterangan tengah berada di Gedung DPRD. Bukan memberi penjelasan, orang nomor satu di DKI itu malah balik menuduh dirinya sebagai oknum sekaligus maling. Dia juga mengancam akan memenjarakan Yusri.

Tak main-main, Yusri juga telah melaporkan Ahok ke Mapolda Metro Jaya. Dia juga akan membawa masalah tersebut ke Komnas Perempuan dan LBH."Saya difitnah, dipermalukan dan dicemarkan nama baik saya oleh Ahok," kata Yusri di Markas Polda Metro Jaya, Rabu (16/12).Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/5405/XII/2015/PMJ/Ditreskrimum, tertanggal 16 Desember 2015, Yusri melaporkan Ahok dengan jerat Pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik dan Pasal 311 KUHP tentang fitnah.Ahok menanggapi santai gugatan dan pelaporan Yusri. Dia yakin ada pihak yang membekingi."Kalau mau gugat Rp 100 miliar mah diajarin orang. Mana bisa sih orang penerima KJP mau gugat Rp 100 miliar? Saya saja enggak pernah kebayang terima Rp 100 miliar," kata Ahok, sapaan Basuki, di Balai Kota, Jakarta, Rabu (16/12). Menurut Ahok, kata keras yang dikeluarkannya bukanlah sebuah amarah tapi karena sikap Yusri yang tidak mendengarkan penjelasannya terkait melakukan KJP. Bahkan menurut Ahok, Yusri sebagai ibu dari anak pemilik KJP sangat mahir dalam perhitungan. "Ya sudahlah. Saya bukan marahin, tapi dia ngeyel. Saya sudah bilang enggak mungkin belanja di toko dipotong 10 persen. Dia ngadu ke saya tuh bilang 'Pak gimana nih saya belanja di toko dipotong 10 persen'."Terus saya sudah lihat ini politisasi. Mana ada ibu-ibu terima KJP enggak mampu sampai bisa tahu hitungan duit," jelas Ahok. Mantan Bupati Belitung Timur ini justru menyayangkan sikap Yusri. Sebagai ibu dari anak pemilik KJP, Yusri, kata Ahok, seharusnya berterima kasih. "Saya ini biasa ngurusin anak-anak yang terima KJP, orang tua penerima KJP semua terima kasih," tutup Ahok.

Rekomendasi