Redam emosi, Ahok tak keluarkan kata-kata toilet saat diperiksa BPK

Ahok justru menantang BPK membuka pemeriksaan terhadap dirinya terkait kasus pembelian lahan RS Sumber Waras.

Faiq Hidayat
Oleh Faiq Hidayat - Reporter
Redam emosi, Ahok tak keluarkan kata-kata toilet saat diperiksa BPK
Ahok bersama Danjen Kopassus. ©2015 Merdeka.com/Muhammad Yudha Prasetya

Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) memeriksa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama selama 9 jam terkait persoalan pembelian lahan RS Sumber Waras. Pria yang akrab disapa Ahok itu menilai BPK tendensius dan tidak menginginkannya menjadi Gubernur.

Ahok mengaku punya jurus jitu menahan diri agar tidak marah sewaktu menjalani pemeriksaan. "Dia (BPK) tahu Ahok kan orangnya emosional, kalau digituin pasti ngamuk-ngamuk, pasti di dalam marah-marah, langsung dinilai tidak kooperatif, nanti keluar kata-kata toilet. Dia tidak tahu aku sudah belajar sekarang. Orang mikir saya bisa dijebak, ya sudah gue kunci saja toiletnya, gue masuk saja toiletnya, gue buang," kata Ahok di Balaikota, Jakarta, Selasa (24/11).

Ahok tidak akan membeberkan pemeriksaannya kemarin. Dia justru menantang BPK membuka pemeriksaan terhadap dirinya terkait kasus pembelian lahan RS Sumber Waras.

"Kalau ini saya buka nanti bocor lagi. Nanti saya ditangkap lagi gara-gara saya membuka. Makanya saya tanya, berani ngga BPK pusat yang periksa saya kemarin kasih lihat saja deh, nggak usah jawaban saya deh, pertanyaannya apa saja," kata dia.

Dia meminta BPK mempublikasikan video rekaman pemeriksaan dirinya. Tujuannya agar masyarakat luas tahu yang terjadi saat pemeriksaan. Namun Kemenkominfo melarang dengan alasan pemeriksaan investigator. Ahok justru heran dengan alasan itu.

"Ini kan bukan investigator, ini auditor. BPK kan lembaga pemerintah, kalau audit investigasi pun kan nanya keterangan. Kalau minta keterangan sama saya, ini DKI begitu besar, saya mana ingat surat-surat begitu banyak coba. Kalau dikumpulin suratnya sampai segitu nih soal Sumber Waras. Kalau gitu mesti staf saya dong yang bantu nyariin, nggak boleh. Tandatangan juga nggak boleh. Makanya saya katakan, ini ada apa?" kata dia.

Rekomendasi