Suami tangisi jasad istri & anaknya yang tewas dibunuh di Cakung

Jemaah yang datang silih berganti berusaha menyemangati sang suami.

Dede Rosyadi
Oleh Dede Rosyadi - Reporter
Suami tangisi jasad istri & anaknya yang tewas dibunuh di Cakung
Persemayaman jasad ibu dan anak yang tewas dibunuh.. ©2015 Merdeka.com

Suasana duka meliputi keluarga Henu Pujoleksono, suami korban pembunuhan sadis ibu dan anak di Cakung, Jakarta Timur. Acara ibadah penghiburan berjalan hikmat diwarnai isak tangis pelayat.Pantauan merdeka.com, Jumat (9/10) malam, jasad ibu dan anak disemayamkan di Gedung Serba guna, Cakung, Jakarta Timur. Puluhan pelayat datang memenuhi gedung tersebut.Tampak dua peti kayu berisi ibu dan anak dihiasi karangan bunga dikelilingi jemaat gereja. Nyanyian lagu hiburan gereja mengiringi suasana duka di gedung tersebut.Henu Pujoleksono dan kedua anaknya tampak meratapi kedua peti jenazah tersebut. Henu mengenakan kaos coklat berkerah memandangi kedua peti istri dan anaknya dengan tatapan kosong dan penuh kesedihan. Sementara kedua putrinya meneteskan air mata dan berusaha tegar. Kedua putri Henu pun terus menangis memeluk ayahnya untuk bisa lebih tegar."Rencana besok akan dimakamkan di TPU Pondok Kelapa," terang pendeta geraja, Jefry Kambuno disela-sela acara ibadah.Jemaah yang datang silih berganti berusaha menyemangati Henu dan kedua putrinya. Tangis menyelimuti suasana duka yang penuh haru.Seperti diketahui, polisi hingga kini masih mendalami kasus pembunuhan seorang ibu dan anaknya di Perumahan Aneka Elok Blok A13 No 8, Kelurahan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur. Namun jika dilihat dari kondisi korban dan rumahnya, motif perampokan sangat kecil."Yang jelas kalau kita lihat di TKP, perampokan kecil sekali," ujar Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian di Mapolda Metro Jaya.Menurut Kapolda, barang-barang pribadi korban tidak ada yang hilang. Soal motif seksual, Kapolda juga menyebut kecil kemungkinannya."Ini paling mungkin adalah motif yang lain. Motif yang lain sedang kita dalami. Salah satunya mungkin masalah kemarahan, dendam dan lain-lain. Ada memang beberapa motif yang bagus, tapi kita masih kembangkan di sini," tambahnya.

Rekomendasi