Kematian Dayu Priambarita (45) dan putranya Y yang berusia lima tahun, menambah panjang daftar tindak kejahatan di ibu kota. Kejadian ini mengagetkan warga Perumahan Aneka Elok, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.
Kesedihan dirasakan sanak keluarga dan tetangga korban. Tak terkecuali gurunya di TK Kasih Ananda, Eni Kusrini. "Saya kehilangan murid saya satu-satunya yang pintar dan periang," kata Eni Kusrini di rumah korban, Cakung, Jakarta Timur, Jumat (9/10)
Eni mengingat kembali saat terakhir melihat dan bertemu Y. Dia mengaku bertemu YL ketika anak tersebut sedang menari di sekolahnya. Eni masih ingat betul kalimat terakhir yang diucapkan YL padanya. "Bu guru cantik, Yoel pulang dulu ya," katanya sambil menitikkan air mata.
Sebelumnya, kasus pembunuhan terhadap Dayu Priambarita (45) dan anaknya Y (5) hingga kini masih diselidiki kepolisian. Yeny Mapopi (19) salah satu anak Dayu alias Ita mengaku, keluarganya kerap diteror oleh pesaing bisnis orangtuanya. Bahkan usaha bisnisnya mau dibakar. Yeni mengaku informasi teror dan berbagai ancaman kerap diterima dari pesaing bisnis milik kedua orang tuanya.