Kesenjangan sosial dan egois warga, alasan Jakarta marak kejahatan

DPRD DKI Jakarta: Harusnya warga saling jaga satu sama lain, itu yang paling penting.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Kesenjangan sosial dan egois warga, alasan Jakarta marak kejahatan
Ilustrasi Penganiayaan. ©2014 Merdeka.com

Beragam tindak kejahatan terjadi di Jakarta. Mulai dari begal, perampokan, pembunuhan, penganiayaan, perkosaan dan lainnya. Pembunuhan sadis terhadap bocah Neng menambah panjang daftar kasus kejahatan yang terjadi di wilayah ibu kota Jakarta.

Maraknya tindak kejahatan kerap dikaitkan dengan kondisi ekonomi dan kesejahteraan warga. Anggota DPRD DKI Jakarta Muhammad Sanusi melihat, kesenjangan sosial menjadi salah satu faktor penyebabnya tingginya angka kejahatan di ibu kota.

Selama ini, dengan predikat sebagai pusat bisnis dan ekonomi, Jakarta menjadi magnet yang menarik minat tiap orang di daerah. Imbasnya, penduduk Jakarta semakin padat namun tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan.

"Konsekuensi dari kota metropolitan karena tidak ada keseimbangan pembangunan, jadi banyak orang ke Jakarta. Dari sisi sosialnya ini merupakan yang paling berat karena terjadi kesenjangan sosial," ujar Sanusi, saat dihubungi pada Selasa (6/10).

Tingginya tingkat kesenjangan sosial diperparah dengan perilaku warga yang semakin cuek dengan lingkungan sekitarnya. Tidak ada lagi kontrol sosial dan kepedulian terhadap sekitarnya lantaran masing-masing sibuk mengurus diri sendiri.

"Mereka (warga) sendiri seperti tidak punya teman, terus mereka akhirnya kurang peduli dengan lingkungan jadi kejahatan bisa dengan mudah terjadi," ungkapnya.

Sanusi meminta Pemprov DKI menyiapkan program meningkatkan taraf hidup warga Jakarta sebagai solusi menekan kesenjangan sosial. Selain itu, perlu disiapkan strategi agar warga semakin peduli dengan lingkungan.

"Harusnya warga saling jaga satu sama lain, itu yang paling penting," tutur Sanusi.

Rekomendasi