Sejak Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memutuskan menggusur warga Kampung Pulo banyak kritik pedas dilontarkan beberapa pihak. Mereka melakukan protes bahkan mengecam kebijakan tersebut.Melalui media sosial, mereka mengkritisi keputusan itu. Tak sedikit dari mereka menganggap Ahok adalah pemimpin arogan dan suka menggunakan kekerasan.Sejak penggusuran itu, Ahok lebih sering dikecam oleh 4 orang ini. Mereka di antaranya Asas Tigor Nainggolan, Ratna Sarumpaet, Eki Pitung, JJ Rizal.Keempat orang ini terus melontarkan kritik pedas terhadap Ahok. Berikut perlawanan mereka yang dirangkum merdeka.com:
Advertisement
Sejarawan Betawi JJ Rizal nampaknya berang dengan komentar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menilainya tak bisa membedakan dua kawasan berbeda Pantai Indah Kapuk dan Pluit. Bahkan, dia menantang Ahok untuk berdiskusi di muka umum agar jelas dasar argumentasinya."Pak @basuki_btp yang saya tunggu Bapak kirim hari, tanggal, bulan dan jam serta tempat dimana ngajak diskusinya," tulis JJ Rizal dalam akun Twitternya @JJRizal dikutip merdeka.com, Minggu (23/8).Sebelumnya, sindiran JJ Rizal yang meminta Ahok membongkar rumahnya terlebih dahulu sebelum menggusur Kampung Pulo, karena dianggap lahan resapan, membuat Ahok berang. Dia menyebut JJ Rizal tak paham perbedaan kawasan Pantai Indah Kapuk dan Pluit."Dia (Rizal) itu goblok. Isu itu (lahan resapan) ada di Pantai Indah Kapuk (PIK) bukan di daerah rumah saya di Pluit. Dia enggak bisa bedain PIK dan Pluit," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Jumat (21/8).Ahok memaparkan, wilayah tempat tinggalnya ada di Muara Angke dan Muara Baru. "Kalau begitu, di Pelabuhan Nizam Zachman juga kena dong? Makanya dia itu kalau enggak ngerti, harusnya tanya sama gue biar pinter dan jelas. Kasihan dia kalau terlalu bodoh," jelas Ahok.
Advertisement
Muhammad Rifky atau yang akrab disapa Eki Pitung ramai diperbincangkan di media sosial belakangan ini. Netizen mempertanyakan status Eki yang selalu mengaku mewakili warga saat Pemprov DKI lakukan penggusuran.Saat di Tanah Abang, Eki paling kencang mengkritik sikap Pemprov DKI. Terakhir, dia mengkritik keputusan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) yang menggusur warga Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur. Akibat penggusuran ini, warga dan aparat terlibat bentrok, puluhan orang ditangkap dan lainnya luka-luka.Eki mengaku asli warga Jakarta dan tinggal di ibu kota sejak lahir pada 14 April 1970. Bahkan ayahnya, sudah menjadi warga Kampung Pulo sejak dulu.Masa kecil dia habiskan berinteraksi dengan rekan sejawatnya di daerah yang kini rata dengan tanah akibat penggusuran tersebut. Awalnya dia lahir di RW 3, Kampung Pulo. Namun ketika memasuki jenjang pendidikan Sekolah Dasar, Eki mengaku bahwa dirinya pindah ke RW 8, tetapi masih di kawasan Kampung Pulo."Babeh saya tinggal di situ. Saya kecil di situ lalu saya pindah RW 8 (Kampung Pulo). Ketika saya SD pindah ke RW 8, tapi masih suka mondar-mandir di RW 3. Saya masih kecil sering mandi di kali Ciliwung. Sampai sekarang saya masih sering main di Kampung Pulo," kata Eki saat dihubungi merdeka.com, Senin (24/8).
Advertisement
Keputusan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, menggusur ratusan hunian ilegal di Kampung Pulo masih menuai kritik pedas. Setelah dari tokoh Betawi, dan sejarawan, kini dari LSM yang mengatasnamakan Forum Warga Jakarta juga ikut protes.Dia menilai warga miskin di bantaran Kali Ciliwung tak seharusnya diperlakukan demikian. Justru, warga miskin adalah korban dari kebijakan pembangunan yang diterapkan pemerintahan tersebut."Warga Miskin bukan sumber masalah kota. Mereka, Warga Miskin justru adalah korban dari kebijakan pembangunan kota yang diskriminatif, hanya berpihak pada sebagian warga saja," ujar Ketua Forum Warga Jakarta (Fakta), Azas Tigor Nainggolan, dalam akun Facebook-nya yang diposting hari ini, Rabu (26/8) sekitar 1 jam lalu.Dia melihat kebijakan Ahok, sapaan Basuki, sebagai bentuk sikap pemimpin yang arogan dan suka menggunakan kekerasan. Itu sebabnya, jangan heran bila remaja di Jakarta doyan tawuran, karena mencontoh Ahok."Jangan salahkan jika warga Jakarta khususnya para remajanya akan suka sekali tawuran dan menggunakan kekerasan dalam kesehariannya. Gubernurnya, Ahok sendiri yang memberikan contoh penggunaan kekerasan dan suka tawuran serta suka menggusur memusuhi warga miskin dalam mengelola Kota Jakarta," katanya.Sejumlah postingan Tigor lainnya, juga meluapkan rasa kecewanya karena Ahok menggusur beberapa permukiman warga miskin dengan dalih penanganan banjir.
Advertisement
Usai penggusuran warga Kampung Pulo, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama diserang sejumlah pihak. Sebab, keputusan Ahok dianggap tidak manusiawi.Aktivis Ratna Sarumpaet melalui akun twitter menyerang Ahok secara bertubi-tubi. Dia menyebut Ahok merupakan orang yang kasar."Bicaranya kasar, cara-cara relokasinya kasar. Penguasa sangar/otoriter melahirkan warga pembangkang," tulis Ratna di akun twitternya, @RatnaSpaet.Meski sadar pernyataannya menjadi polemik bagi pendukung Ahok, Ratna tetap bersikukuh kalau keputusan Ahok tidak memiliki empati."Begitu @basuki_btp kukritik penjilat-penjilatnya kepung TL ku ngamuk. Kosong tapi ngamuk. Tipikal anak-anak manja kota besar yang malas mikir apalagi berempati," tulis Ratna.