Air di Jakarta tak layak pakai, Ahok mau belajar ke Hungaria

Ahok sering mengkritisi manajemen PAM yang dianggapnya tak kerja maksimal dalam pengelolaan air bersih di Jakarta.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Air di Jakarta tak layak pakai, Ahok mau belajar ke Hungaria
air bersih. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, selalu mengeluhkan kondisi air di Jakarta. Itu sebabnya, saat bertemu dengan Duta Besar Hungaria untuk Indonesia, dia berniat mencuri ilmu negara itu dalam mengelola air.Ahok, sapaan Basuki, mengatakan, permasalahan manajemen air yang dialami Jakarta saat ini pernah terjadi di Hungaria. Tapi mereka telah berhasil menyelesaikan permasalahan itu setelah diambil alih swasta."Hungaria punya pengalaman sama dengan Jakarta soal pengelolaan air. Mereka menyelesaikannya dengan cara business to business. Ini yang kami akan tempuh saat ini," ujarnya dalam pidato penutupan workshop 'Water Manajemen' di Balai Agung‎, Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (21/5).Untuk mengembalikan pengelolaan air kepada PT PAM Jaya, mantan Bupati Belitung Timur ini meminta Aetra dan Palyja menurunkan Internal Rate of Return (IRR). Sehingga permasalahan akuisisi dapat selesai."Kami bisnis aja. Gimana Pemprov DKI bisa kelola air, masyarakat bisa dapat air. Dengan adanya seminar workshop seperti ini kami punya wawasan baru‎," ungkapnya.Ahok mewacanakan untuk melakukan kerja sama dengan perusahaan air di Hungaria. Tujuannya agar infrastruktur pengelolaan air di Jakarta bisa dibangun baik."Saya mau mengundang perusahaan Hungaria untuk kerja sama dengan BUMD kami bangun per-cluster yang lain. Saya kesel 2,5 tahun di sini. Lelangnya lama. Ada teknologi dari Hungaria, kami bisa business to business. Kalau BUMD kami kurang kuat gimana? Kami PMP aja. Butuh Rp 1 triliun kalau bisa kelola ya saya kasih," tutupnya.

Rekomendasi