Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah melakukan mediasi antara PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) dengan operator angkutan perbatasan terhubung busway (APTB). Hasilnya, pihak operator bersedia bergabung dengan BUMD DKI Jakarta.Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Benjamin Bukit mengatakan, pihak operator telah melakukan sepakat untuk bergabung dengan PT Transjakarta. Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan yang dilakukan kemarin, Kamis (15/1)."Awalnya ada confuse, bahwa APTB kalau memang dia judulnya perbatasan sampai perbatasan. Tapi kemarin sudah disepakati, kami panggil seluruh operator juga dengan Dishub Destinasi," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (16/1).Dia menambahkan, enam operator dengan 193 armadanya akan dibayar dengan hitungan rupiah per kilometer. Dengan harapan, mereka tidak lagi berhenti sembarangan dan mencari penumpang saat melaju di jalur Transjakarta."APTB ini dia tetap masuk kepada jalur Transjakarta yang ada, tapi dia akan melakukan di bawah komando Transjakarta. Dia harus tunduk dengan aturan main Transjakarta yang mana nanti diatur rupiah per kilometer. Sehingga tidak ada dualisme tarif," jelas mantan Wakil Kadishub DKI Jakarta ini.Benjamin mengungkapkan, operator juga harus menyesuaikan standar pelayanan minimal (SPM). Sehingga armada yang dimiliki mereka akan melakukan perubahan logo, perbaikan suhu ruangan, keamanan, kenyamanan dan pelayanannya."Tapi belum bisa dilakukan dalam waktu dekat, perlu waktu tiga bulan untuk menentukan semua, dia harus samakan dengan standar rupiah per kilometer, harapan kami tiga bulan sudah dapat terpenuhi," ungkapnya.Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menilai angkutan perbatasan terintegrasi busway (APTB) sering menggunakan jalur bus Transjakarta. Sehingga dia tengah mengevaluasi keberadaannya.Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Benjamin Bukit mengatakan, pihaknya sebagai penengah akan mendorong operator APTB untuk bergabung dengan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta). Pilihan lainnya, mereka hanya dapat mengambil dan mengantar sampai ada shelter Transjakarta."Kami sedang coba tawarkan kepada para operator APTB apakah mereka mau sampai perbatasan saja atau melebur ke manajemen PT Transjakarta," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (14/1).Dia menambahkan, jika dilebur menjadi satu manajemen, trayek APTB nantinya akan diatur PT Transjakarta, termasuk menghitung sistem pembayaran rupiah perkilometer ke para operator. Dengan itu dualisme tiket dan trayek di busway tidak akan terjadi lagi."Kalau nanti sudah digabung jadi satu manajemen, tidak ada lagi dualisme tiket dan tayek," terang Benjamin.Upaya peleburan APTB ke PT Transjakarta sampai kini masih terus diupayakan jajarannya dengan menggelar rapat koordinasi. "Kita yang fasilitas di Dinas Perhubungan sesuai keinginan Pak Gubernur," tutupnya.Adapun 17 trayek yang akan dilalui APTB adalah:1. Bekasi-Pulogadung dengan operator Perum PPD.
2. Poris Plawad-Tomang dengan operator Perum PPD.
3. Ciputat-Kota dengan operator PT. Bianglala MP.
4.Cibinong-Grogol dengan operator PT. Mayasari Bakti.
5. Bogor-Rawamangun dengan operator PT. Sinar Jaya ML.
6. Bekasi-Tanah Abang dengan operator PT. Mayasari Bakti.
7. Bekasi-Bundaran HI dengan operator Perum PPD.
8. Bogor-Blok M dengan operator PT. Sinar Jaya ML.
9. Cileungsi-Blok M dengan operator PT. Mayasari Bakti.
10. Bogor-Tanah Abang dengan operator PT. Sinar Jaya ML.
11. Bogor-Tanjung Priok dengan operator PT. Hiba Utama.
12. Pulogadung-Tangerang dengan operator PT. Mayasari Bakti.
13. Cikarang-Kalideres dengan operator PT. Mayasari Bakti.
14. Bogor/Ciawi-Grogol dengan operator? PT. Anugerah Mas.
15. Bogor/Bubulak-Grogol dengan operator PT. Sinar Jaya ML.
16. Bogor-Senen dengan operator PT. Anugerah Mas.
17. Bogor-Cililitan dengan operator PT. Anugerah Mas.