Ahok janji tindak pengelola STC karena ada bocah tewas tersetrum

Ahok saat menerima keluarga Amanda tidak dapat berbuat apa-apa.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Ahok janji tindak pengelola STC karena ada bocah tewas tersetrum
Ahok dan Veronica Tan. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Kasus tersengatnya Amanda Dewi Nugroho hingga tewas di Senayan Trade Center (STC) masih memasuki tahap penyelidikan. Sambil menunggu hasil tersebut, ibu korban, Evelin Sandra Dewi (31) bersama keluarganya mendatangi Balai Kota DKI Jakarta untuk bertemu Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).Evelin mengatakan, kedatangannya bersama suaminya Sasmito Nugroho (42) dan kedua anaknya Selfiannaey (4) dan Satrio (2) untuk menanyakan keberadaan circuit closed of television (CCTV). Sebab dia menyakini Pemprov DKI Jakarta ada andil dalam pemberian izin kepada Mal STC."Kenapa tidak ada CCTV pak? Terus itu terkelupas, bukan kaki anak saya yang masuk," ungkapnya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (25/11).Ahok saat menerima keluarga Amanda tidak dapat berbuat apa-apa. Dia meminta kepada pihak keluarga untuk menunggu proses penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian. Sebab, sampai saat ini informasi yang masuk pada dirinya masih belum jelas."Kita tunggu dari kepolisian, karena ini simpang siurkan. Itu memang sudah pasti kesetrum tapi saya tidak bisa menghakimi sendiri," ungkapnya di hadapan Evelin dan nenek Amanda.Dia sempat menyampaikan keterbatasan wewenangnya untuk melakukan tindakan. Namun sebagai pemimpin DKI Jakarta, Ahok telah memerintahkan Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) untuk melakukan pengecekan untuk izin dan kondisi mal STC.Mantan Bupati Belitung Timur ini mengungkapkan, jika memang ditemukan kekeliruan dalam perizinan atau pun kondisi mal, maka dia tidak segan untuk menindak tegas pengelola mal STC. Bahkan, Ahok mengancam akan mencabut izin mereka.Walaupun memiliki wewenang tersebut, suami dari Veronica Tan ini tidak ingin mengganggu penyelidikan oleh pihak kepolisian. Namun dia berjanji akan langsung memecat pejabat DKI Jakarta yang terlibat kecurangan dengan pengelola mal."Kalau memang aparat saya nanti ada main, saya langsung copot dan akan saya stafkan. Dicatat itu. Tapi kalau kepolisian saya tidak bisa intervensi. Karena saya bukan presiden. Kewenangannya bukan di bawah saya," tutupnya.

Rekomendasi