Hubungan Wakil Ketua DPRD Fraksi Partai Gerindra M Taufik dengan Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) nampaknya belum harmonis. Keduanya saling melempar opini dan sindiran di media.Terbaru ketika keduanya saling silat lidah terkait siapa yang layak menggantikan posisi Joko Widodo (Jokowi) di Balai Kota, setelah resmi ditetapkan sebagai presiden.Padahal sebelumnya kedua politikus ini selalu terlihat kompak, setidaknya pada medio ketika Ahok melabuhkan pilihan politiknya bergabung dengan Gerindra hingga dia memutuskan hengkang pada September kemarin.Seperti apa lengkapnya hubungan Ahok dengan Taufik saat ini? Berikut ulasannya:
Advertisement
Ahok sebut Taufik gila, mau rebut kursi gubernur
Ahok Taufik berniat menempati kursi gubernur DKI. Di sejumlah kesempatan, Taufik menilai Ahok sudah tidak memiliki posisi apapun. dalam Pemprov DKI Jakarta. Ahok menilai pernyataan tersebut sebagai. ungkapan keinginan Taufik untuk menjadi gubernur DKI Jakarta."Jadi tafsirnya dia (Taufik), kalau gubernur mundur, wakilnya enggak naik. Gubernurnya tetap dipilih dari DPRD. Harapannya dia gitu. Jadi nanti gubernur saya tuh Taufik, gitu loh,"
kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (24/10).Dia mengatakan, jika sampai benar itu terjadi maka lebih baik dirinya berhenti. Sebab Ahok enggan bekerja dengan Taufik."Kalau itu sampai terjadi, aku pilih berhenti saja, dari pada jadi wakilnya orang gila seperti itu kan males," tutupnya.
Advertisement
Taufik jadi gubernur, negara kacau balau
Ahok mengingatkan, penafsiran Taufik soal Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 tahun 2014 bisa berarti negara sudah kacau. Karena tidak mungkin gubernur yang mengundurkan diri atau dipecat digantikan melalui DPRD DKI Jakarta."Kalau memang seperti itu, ini negara sudah kacau balau tata negaranya. Mungkin dia (Taufik) mau cari pakar hukum yang keblinger (untuk mendukung argumennya)," tegasnya.
Advertisement
Taufik sebuh Ahok sangat ambisius
Taufik kesal setelah menjadi bahan tertawaan Ahok. Dengan tegas dia meminta Ahok untuk membuktikan ucapannya untuk mundur."Mundur saja sekarang. Saya tunggu mundurnya dia kapan," kata Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat (24/10)."Kalau urusan mundur dia sangat doyan, dari Gerindra saja mundur," tambah Taufik.Taufik membantah pernyataan Ahok yang mengatakan dirinya ingin menjadi gubernur DKI Jakarta. Malah, dia menduga, sebenarnya Ahok sudah memiliki keinginan besar menjadi gubernur DKI."Kan yang berambisi dia (Ahok). Kalau saya hanya taat pada perintah partai," ungkapnya.
Advertisement
Ahok tak bisa seenaknya pilih wakilnya
Taufik mengatakan Ahok tidak bisa memilih sendiri wakilnya. Menurut Taufik, jika Ahok pilih sendiri tidak sesuai dengan aturan."Pengangkatan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta harus sesuai aturan yang ada sehingga tidak bisa asal tunjuk siapa yang mengisi salah satu jabatan itu," kata M Taufik.
Advertisement
Ahok tak sudi jadi wakil Taufik
Ahok memilih pulang ke Belitung Timur jika sampai M Taufik jadi gubernur DKI Jakarta. Sebab dia enggan bekerja sama dengannya untuk memimpin Jakarta, apalagi jadi wakil gubernur di bawahnya."Kalau dia jadi gubernur, gua jadi wakil? Mendingan gua berhenti. Ngapain? Pulang kampung aja gua," tegasnya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (24/10).