Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini tengah menjalin kerja sama pembinaan untuk para Pedagang Kaki Lima (PKL) di IRTI, Monumen Nasional, Jakarta Pusat. Kerja sama tersebut untuk membina para PKL agar dapat menyajikan makanan kelas dunia.
Ahok menjelaskan Pemprov DKI bekerja sama dengan Rekso Group untuk pembinaan PKL tersebut dengan skema Corporate Sosial Responsibility (CSR) yang menghabiskan dana Rp 8 miliar. Untuk itu, Ahok menargetkan pelatihan tersebut akan selesai pada Agustus mendatang.
"Pusat pelatihan PKL yang paling bagus itu kami mau terapkan di Monas IRTI. Kerja sama dengan Rekso Group sampai Rp 8 miliar lebih. Dia latih, pembayaran dengan e-tiketing, PKL enggak boleh nginap, pakaiannya, penyajian makanannya, mutu makanan. Chef yang baik latih sampai soto itu bisa sekelas hotel. Sampai turis-turis barat bisa datang," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (17/6).
Selain itu, Ahok juga bakal mengundang pakar kuliner Nusantara William Wongso untuk memeriksa hasil masakan para PKL yang dibina oleh Rekso Group. Bahkan, Ahok memberikan nama untuk tempat kuliner di IRTI yaitu Lenggang Jakarta.
"Nanti di IRTI namanya Lenggang Jakarta. Jadi orang kalau masuk ke sini dia akan merasakan betul jaminan mutu makanan kenyaman. Kita sudah undang beberapa chef untuk datang periksa. Termasuk Pak William Wongso. Beliau akan coba kontrol," kata Ahok.
Politisi Gerindra ini menambahkan Rekso Group berkomitmen untuk membantu Pemprov DKI dalam membina para PKL tersebut dengan dana tanggung jawab sosial.
"Rekso ini ya CSR. Saya di DKI 20 bulan ngandelin APBD mah enggak jalan-jalan. Gak jelas," pungkasnya.