Ahok minta Satpol PP tembak PKL di Monas pakai pistol listrik

Menurut Ahok, para PKL di Monas telah bertindak di luar kewajaran.

Saugy Riyandi
Oleh Saugy Riyandi - Reporter
Ahok minta Satpol PP tembak PKL di Monas pakai pistol listrik
Ahok tegur PKL di Monas. ©2013 Merdeka.com/Nurul

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menindak tegas para Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Monumen Nasional (Monas). Bahkan, Ahok meminta Satpol PP menggunakan pistol listri untuk menertibkan para PKL yang bandel.

Menurut Ahok, para PKL telah bertindak di luar kewajaran dan sudah membahayakan salah satunya mengancam dengan menggunakan senjata tajam pada tukang las yang ingin menutup lubang-lubang di sepanjang pagar kawasan tersebut.

"Tukang las pagar kita itu diancam mau dibunuh, diancam golok, diancam celurit. Karena itu, kita jagain. Nanti kalau mereka (PKL) melawan, tembak saja pakai pistol listrik. Saya kan cuma janji tidak akan pakai pentungan, tapi tidak pernah janji tidak pakai pistol kan," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (16/6).

Ahok menegaskan penertiban dengan menggunakan pistol listrik lebih bagus ketimbang menggunakan senjata tajam. Selain itu, penggunaan pistol listrik untuk menghindarkan bentrok fisik antara para PKL dan Satpol PP.

"Kalau sama-sama pakai pisau, belum tentu ilmu silat Anda (Satpol PP) lebih jago dari dia (PKL). Nanti kalau Satpol PP saya luka gimana? Mendingan saya suruh pakai pistol listrik. Kalau ditembak, biar aja dia (PKL) pingsan," pungkas dia.

Rekomendasi