Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak akan memberikan toleransi lagi pada para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang melanggar aturan jelang puasa dan lebaran. Menurut Ahok Pemprov DKI telah berbaik hati dalam memberikan toleransi untuk PKL membongkar sendiri lapaknya.Sayangnya peringatan tersebut tidak digubris para PKL sehingga Pemprov DKI terpaksa akan menindak para PKL bandel tersebut. "Jadi kita tidak mau lagi ada alasan. Menjelang puasa, Lebaran, dia minta toleransi dikit, tiap tahun ya begitu dan gawatnya, setelah Lebaran mereka bukannya berhenti tapi malah lanjut. Tanah Abang aja bisa kacau," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (12/6).Ahok mengaku ketidaktegasan Pemprov DKI Jakarta menjadi penyebab maraknya PKL liar di Jakarta. Selain itu pengenaan denda yang diputuskan hakim juga jarang diberlakukan denda maksimal."Contoh, kita bangunkan toko, PKL kita dorong masuk, kenapa bisa keluar lagi? Ternyata hukumnya ringan kan. Dia bisa jual tuh kios Rp 50-100 juta. Langsung dapat duit dia. Nah, makanya mesti tegas. Saya bikin peraturan sangat jelas, kita akan pidanakan (PKL yang membandel)," kata dia.Saat ini, menurut Ahok, penegakan hukum dari Pemprov DKI Jakarta juga kurang tegas sehingga banyak PKL yang kembali turun ke jalan. Untuk itu Ahok bakal menindak tegas para PKL yang turun kembali ke jalan."Kita mau pake gerilya, kita mau tangkap, mau angkut-angkutin, dia bilang, penyiksaan lagi. Padahal IRTI akan kita bikin bagus juga nanti. Katanya penjual dari Monas tuh dari IRTI kan. Kurang ajar kan. Makanya kita mau bagusin IRTI nih. Ini memang mesti keras mainnya udah," pungkas dia.
Ahok ancam tidak beri kesempatan lagi pada PKL yang bandel
Ahok mengaku ketidaktegasan Pemprov DKI Jakarta menjadi penyebab maraknya PKL liar di Jakarta.
Advertisement
Rekomendasi