Pedagang kaki lima (PKL) diprediksi akan semakin menjamur menjelang bulan Ramadan. Keberadaan para pedagang akan semakin sulit ditata karena biasanya bulan suci pendapatan mereka akan bertambah. Tanah Abang menjadi sasaran para PKL untuk membuka lapak. Pinggir-pinggir jalan pasar terbesar di Asia itu merupakan tempat paling strategis untuk mendatangkan pembeli. Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah mengantisipasi hal ini. Dia sudah memerintahkan Satpol PP dan Dishub DKI melakukan razia besar-besaran para PKL ada di pinggir jalan."Makanya kita akan tangkap. Kita akan razia nanti besar-besaran. Kita lagi pikirkan caranya bagaimana nih," ujar Ahok di Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (10/6).Pekerjaan ini tentu tidak mudah karena menyangkut urusan perut. Jika tidak dilakukan pendekatan bukan tidak mungkin akan muncul perlawanan dari para pedagang. Ini tentu menjadi tantangan buat Ahok. Ahok juga akan menindak tegas oknum penyewa lapak-lapak di pinggir jalan kepada PKL. Ahok juga telah menjalin kesepakatan dengan Ditjen Pajak Kementerian Keuangan untuk mengejar pajak orang yang menyewakan lapak-lapak PKL di pinggir jalan tersebut."Kita mau tangkap oknum yang menyewakan. Kita akan kenakan sanksi misalnya kejar pajaknya. Jadi ada MoU (memorandum of understanding) dengan Ditjen Pajak. Nah itu yang harus kita lakukan," katanya.Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta akan meminta pengadilan untuk mengubah pola sidang tindak pidana ringan. Hal tersebut untuk menimbulkan efek jera kepada para PKL tersebut. "Jadi sita barangnya, lakukan sidang tipiring per satu item barang, mereka rugi juga kan. Nah itu yang akan kita lakukan," ujarnya."Kita ingin ada efek kapok kalau hanya Rp 100.000 seminggu per kasus, dia (PKL) bisa ketawa-ketawa saja. Dia bayar preman saja Rp 100.000 per hari. Karena kalau jualan di Tanah Abang bisa dapat lebih dari Rp 100.000 perhari. Apalagi kalau mau Lebaran, bisa dapat jutaan per hari," tandasnya.
Bisakah Ahok tangkapi PKL di Tanah Abang jelang Ramadan?
"Jadi sita barangnya, lakukan sidang tipiring per satu item barang, mereka rugi juga kan," kata Ahok.
Advertisement
Rekomendasi