Bayi penderita atresia esofagus ditolak 8 rumah sakit di Jakarta

"Kesal, sedih karena lihat keadaan anak seperti itu, penanganannya tidak maksimal," ujar Nindita.

Didi Syafirdi
Oleh Didi Syafirdi - Reporter
Bayi penderita atresia esofagus ditolak 8 rumah sakit di Jakarta
ilustrasi

Orangtua Devanya Putri Salsabila harus mengelus dada karena darah daging mereka menderita sakit di kerongkongan (atresia esofagus). Bayi merah berusia 10 hari itu harus segera dioperasi. Namun ironisnya sejumlah rumah sakit yang didatangi menolak.Ibu bayi Nindita Putri (24) mengisahkan, pada 28 Desember lalu melahirkan di bidang di Warung Buncit, Jakarta Selatan. Karena kondisinya tidak sehat, bayi dirujuk ke Rumah Sakit Jakarta Medical Center (JMC).Selanjutnya, pihak JMC menyarankan agar bayi Devanya dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) agar segera dioperasi. Namun nahasnya pihak RSCM menolak dengan sejumlah alasan. "Pada 30 Desember dibawa ke RSCM dan Harapan Kita, namun ditolak katanya kamar penuh," kata Nindita kepada merdeka.com, Selasa (7/1).Khawatir sakit buntunya kerongkongan yang diderita sang anak bertambah parah, Nindita mencoba membawanya ke rumah sakit lain. Lagi-lagi di RSPAD Gatot Soebroto dan RS Fatmawati ditolak dengan alasan sama. Tak patah arang, pada 1 Januari sang bayi dibawa Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan, RS Kartika, RS Islam Cempaka Putih dan RS Tarakan, perlakuan serupa kembali diterima. "Kamar penuh, tidak ada kamar NICU (Neonatal Intensive Care Unit)," tuturnya.Akhirnya, Nindita pada 6 Januari kemarin melapor ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Dari sana dia mendapat rekomendasi ke Dinas Kesehatan DKI, agar Devanya dapat segera di rujuk ke RSCM."Hari ini akan dirujuk dari JMC ke RSCM," kata Nindita. Nindita mengaku perasaannya campur aduk dengan pelayanan rumah sakit. Terlebih Devanya adalah putri pertamanya setelah tujuh tahun pernikahan dengan Saryono yang berprofesi sebagai sopir taksi."Kesal, sedih karena lihat keadaan anak seperti itu, penanganannya tidak maksimal," ujar ibu rumah tangga tersebut.Kini, Nindita sedikit bernafas lega karena Devanya segera dioperasi. Dia juga meminta penanganan dapat dilakukan secara serius. "Ya semoga saja bayi saya segera sehat setelah dioperasi," harapnya lirih.

Rekomendasi