Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengakui adanya penyimpangan dalam penerapan sistem 3 in 1 yang dilakukan pada jam-jam tertentu. Menurutnya saat ini malah banyak orang yang memanfaatkan penerapan sistem tersebut, misalnya seperti joki 3 in 1."Orang joki-nya segitu banyaknya, mau efektif bagaimana," kata Jokowi di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (24/12).Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta berencana untuk menghapus sistem 3 in 1 karena dinilai tidak efektif dalam mengurangi kemacetan. Namun hingga saat ini kebijakan penghapusan tersebut masih dalam tahap kajian."3 in 1 masih dihitung, jadi belum ada hasilnya," ujarnya.Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah menilai penerapan 3 in 1 tidak efektif. Dia berencana untuk mengganti 3 in 1 dengan penerapan Electronic Road Pricing (ERP).
Jokowi: Jokinya banyak 3 in 1 mau efektif bagaimana?
Jokowi masih menghitung penghapusan sistem 3 in 1.
Rekomendasi