Monas belakang marak jadi lokasi kegiatan. Bulan Ramadan ini saja, ada dua kegiatan pasar rakyat akan digelar, Monas Fair yang diselenggarakan swasta dan Monas Expo yang digagas Pemprov DKI.Monas Fair akan digelar selama 10 hari mulai 10 Juli lalu. Sedangkan Monas Expo hanya 3 hari, mulai 18 sampai 20 Juli.Monas Fair diikuti 260 pedagang kecil. Dari jumlah tersebut, 200 pedagang di antaranya merupakan pedagang usaha kecil menengah (UKM). Sedangkan konsep Monas Expo bazar wisata kuliner seperti pasar makanan di Bendungan Hilir.Saat ditanya lebih detil perbedaan dua acara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Ratna Ningsih tidak begitu paham. Dia juga tidak tahu bergerak di bidang apa sesungguhnya event organizer yang memprakarsai acara itu. Dia hanya tahu acara itu dikelola swasta."Saya juga nggak tahu (bergerak di bidang apa). Penyelenggara PT Nusantara Andika," ujar Ratna Ningsih di Balai Kota, Jakarta, Jumat (12/7).Sebelumnya diketahui, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menegaskan jika Monas Fair 2013 adalah sebuah event organizer (EO) atau pihak swasta. Lalu EO tersebut meminta izin kepada Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI."Monas Fair bukan punya kita. Karena itu kami memang tidak diajak buka Monas Fair. Dia kan minta izin ke Dinas Pertamanan. Jadi bukan kerjasama, dia minta izin," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Kamis (11/7).Mantan Bupati Belitung Timur ini menegaskan, pihaknya tidak akan mengizinkan pihak swasta memungut bayaran kepada warga saat menyelenggarakan kegiatan di Monas. Sebab kegiatan ini konsepnya merakyat."Kalau dia pungut bayaran kita tidak izinkan. Konsep kita kan mau untuk pasar murah. Kalau musti bayar, atau warga dipungut bayaran, tidak boleh," tegas Ahok.
Kepala dinas UKM DKI bingung ditanya Monas Fair
Monas Fair berbeda dengan Monas Expo yang digagas Pemprov DKI.