Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) gelar rapat evaluasi Malam Muda-Mudi. Persoalan pedagang kaki lima, menjadi salah satu materi rapat yang banyak dibahas."Yang paling penting gimana menggabungkan, Pak Gubernur kan selalu ingin tiap peristiwa ada kesempatan pedagang berjualan. Inikan udah konsep Pak Gubernur seperti itu," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Selasa (25/6).Menurut Ahok, jika semua PKL dimasukkan ke Monas tentu akan mengganggu pengunjung. Sehingga pada perayaan ke depan, baru ada tata letak pedang kaki lima."Jadi kita musti tata gimana posisinya. Tapi yang paling penting kita temukan hampir 95 persen PKL itu tidak bertanggung jawab atas buang sampah. Padahal plastik kita bagikan. Bahkan ada tong sampah, ada bak-bak di dekatnya dia tidak mau bereskan," keluh Ahok.Walaupun demikian, diakui Ahok, ada juga PKL yang sadar dan mau membersihkan sekelilingnya di mana mereka berjualan. Pemprov berjanji akan terus menata, dan mengonsep ulang perayaan pesta muda-mudi ke depannya lebih apik."Jadi yang tidak disiplin, nantikan acara seperti ini terus menerus, apalagi Monas juga mau dijadikan pusat seperti itu. Nanti akan terseleksi ini. PKL mana yang baik PKL mana yang tidak. Lagi pula PKL juga hampir 70 persen mungkin bukan orang Jakarta," jelasnya.
Ahok: 95 persen PKL tidak bertanggung jawab di Malam Muda-Mudi
Pesta Malam Muda-Mudi menyisakan tumpukan sampah yang menggunung.