Banyak penjaga pintu air di Jakarta Utara belum terima gaji

Selain petugas di pintu air Perintis Kemerdekaan, operator rumah pompa di lokasi belum menerima gaji selama 3 bulan.

Pramirvan Datu Aprillatu
Banyak penjaga pintu air di Jakarta Utara belum terima gaji
Pintu Air Kalimalang. ©2013 Merdeka.com

Tak hanya petugas pintu air Perintis Kemerdekaan, Kelapa Gading yang belum dipenuhi haknya selama tiga bulan terakhir. Di kawasan Jakarta Utara, sejumlah operator pompa air juga mendapatkan nasib yang sama soal upah bulanan yang belum dibayarkan.Seperti petugas operator rumah pompa waduk Sunter Utara, Bahrul (27) menjelaskan sejak bekerja pada tahun 2005, baru kali ini masalah upah bulanannya terhambat."Sejak pertama kali kerja di sini, baru ini aja terlambat kayak begini, biasanya honor saya lancar aja," kata pria lajang itu kepada merdeka.com di lokasi, Jakarta, Selasa (18/6).Untuk memenuhi kebutuhannya, pria asal Serang, Banten tersebut memilih mengutang pada warung langganannya yang berlokasi di sekitar pompa air."Kalau saya enggak ngutang bagaimana mau makan. Masak saya enggak makan-makan selama tiga bulan," ujar Bahrul.Cerita serupa diutarakan, operator Pompa yang berada di depan WTC Mangga Dua, Zulfikar (27) mengaku harus mencari utangan pada tetangganya di kampungnya."Kalau saya kan tinggal di mess, jadi tempat tinggal sudah disediakan sama Dinas PU. Kalau istri adanya di kampung," kata Zul panggilan akrabnya.Rata-rata mereka yang bertugas di pintu air atau operator pompa merupakan Pegawai Harian Lepas (PHL). Dan honor perbulannya sebesar Rp 2,2 juta. Pekerjaannya pun terbilang berat, seperti membersihkan sampah dari permukaan kali, membersihkan lingkungan pompa air atau pun menyedot air jika volume meningkat.Selain itu, jika banjir mulai menyerang pemukiman warga, tak pelak cacian maki dan sumpah serapah kadang diterimanya dengan ikhlas. Hanya pengabdian yang tulus para pekerja tersebut harus rela haknya tertunda beberapa bulan terakhir dan tetap bekerja seperti biasanya.

Rekomendasi