Selama satu jam lebih, sejak pukul 17.00 WIB, Komisaris Utama PT JIExpo, Murdaya Poo beserta jajarannya datang ke Balai Kota dan menemui Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama (Ahok). Usai pertemuan, Poo menegaskan jika pelaksanaan Jakarta Fair atau Pekan Raya Jakarta (PRJ) bakal berlangsung seperti biasanya di Kemayoran.
"Adalah Jakarta Fair jalan seperti biasanya, mulai detailnya, soal UKM soal apa itu, sudah kita tampung semua," ujar Murdaya Poo saat keluar dari ruangan Ahok, Jakarta, Selasa (4/6).
Suami terpidana kasus suap Hartati Murdaya ini menegaskan jika pihaknya tidak membicarakan wacana pemindahan Jakarta Fair ke Monas. "Gak dibicarakan," katanya.
Sebelumnya diberitakan, Gubernur Joko Widodo (Jokowi) bakal menyulap Pekan Raya Jakarta (PRJ) dengan nuansa yang berbeda. Menurutnya, PRJ perlu dievaluasi agar nuansa kerakyatan lebih ditonjolkan.
Kemudian untuk tahun depan, PRJ kemungkinan besar tidak lagi digelar di Kemayoran. Namun akan digeser di Lapangan Monas dengan harapan seluruh warga Jakarta dengan mudah menikmati pesta rakyat tersebut.
Adapun alasannya menurut Jokowi adalah supaya ada kombinasi antara usaha kecil, menengah dan memamerkan produk-produk berbasis budaya.
Jokowi menilai PRJ yang sekarang ini jauh dari roh kerakyatan. PRJ menonjolkan kepentingan bisnis besar dan hanya mengejar kepentingan komersialisme. Padahal, PRJ disuguhkan bertujuan untuk menghibur rakyat dan warga Jakarta.
"Ya nanti itu supaya kembali ke rohnya, bahwa itu untuk produk-produk kreatif berbasis budaya," jelas Jokowi.
Perlu diingat, di PT JIExpo, Pemprov DKI hanya memiliki saham sebesar 13,1 persen. PT JIExpo merupakan perusahaan pengelola arena PRJ Kemayoran sejak 2003, sekaligus sebagai pelaksana penyelenggaraan event tahunan Jakarta Fair.