Sudah dibohongi, mau-maunya Jokowi beli gitar bas Metallica

Jika harga lelang gitar itu tak lebih dari Rp 8 juta, Jokowi siap menampungnya.

Lia Harahap
Oleh Lia Harahap - Reporter
Sudah dibohongi, mau-maunya Jokowi beli gitar bas Metallica
Jokowi pamer bass Metalica. ©2013 Merdeka.com/M. Sholeh

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memang penggemar berat musik-musik hard rock. Metallica adalah salah satu band lawas beraliran cadas yang digemarinya.Mendengar band asal Amerika itu akan menggelar konser di Jakarta, pria yang akrab disapa Jokowi ini langsung menyambut antusias. Apalagi tanpa diduga dia mendapat gitar bas dengan tanda tangan asli yang sang basis Robert Trujillo.Gitar bas berwarna merah marun ini diserahkan oleh si promotor band, Jonathan Liu di Balai Kota DKI Jakarta. Saat itu, Jokowi langsung beraksi memangku gitar bas meski tak terlalu mahir memainkannya.Tapi sebagai pejabat negara, impian Jokowi memiliki dan menyimpan gitar itu tak mudah. Dia harus menyerahkannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk dinilai sebagai bentuk gratifikasi atau tidak.Saat itu Jokowi sedikit kecewa. Dia menganggap hadiah itu hanya bentuk kenangan-kenangan. "Saya sih seneng-seneng saja diberi gitar sama (Robert) Trujillo itu dan mosok itu gratifikasi. Menurut saya endak itu," kata Jokowi kala itu.Tapi setelah melalui pertimbangan panjang, Jokowi meminta anak buahnya mengantarkan gitar bas itu ke KPK. Setelah diperiksa lebih kurang sepekan lamanya, KPK memutuskan menyita gitar bas itu. Jika satu benda milik pejabat negara, artinya barang tersebut termasuk gratifikasi. Dan untuk gitar bas itu termasuk gratifikasi karena pada bodi depan ada tulisan 'giving back'. Dalam artian KPK, kalimat itu bermakna pemberian dengan timbal balik."Gitar itu, ada tulisan giving back, dalam bahasa Indonesia bisa diartikan minta timbal jasa. Dan tulisan itu berbeda dengan tulisan yang lain," kata Direktur gratifikasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Giri Supradiyono.Gratifikasi itu semakin diperkuat karena setelah diusut terkuaklah, gitar bas itu ternyata bukan pemberian langsung Robert Trujillo. Jokowi ditipu promotor. Pemberian gitar itu hanya inisiatif Jonathan. Jonathan meminta temannya mengambil gitar dan meminta tanda tangan Trujillo di gitar tersebut."Jadi gitar tersebut atas permintaan tersebut untuk ditandatangani," katanya.Setelah penyitaan ini, ada dua opsi yang direncanakan KPK pada gitar itu, yakni dilelang di Kemenkeu atau dimuseumkan. "Gitar Jokowi memang terkait dengan jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Maka itu, akan diserahkan ke negara," ujar Juru Bicara KPK Johan Budi SP.Meski telah disita KPK, lanjut Johan, Jokowi masih bisa memiliki gitar itu. Caranya, dengan membeli langsung saat proses pelelangan berlangsung. "Bisa juga gitar itu dibeli lagi sama Jokowi kalau dia mau. Bisa juga dimasukkan ke dalam museum untuk jadi contoh pelaporan gratifikasi atas persetujuan Kemenkeu," jelasnya.Jokowi sendiri belum bersikap. Apalagi sepengetahuannya barang yang masuk dalam proses lelang harganya menjadi mahal. "Kalau harganya Rp 8 juta bisa beli. Kalau ada yang nawar, nunjuk jari Rp 8 miliar, saya gimana," kelakarnya.Sebagai penggemar musik rock sejati, kenapa Jokowi masih mau beli gitar palsu yang ternyata hanya inisiatif promotor dan bukan pemberian langsung basis Metallica Robert Trujillo.

Rekomendasi