Pengawas Rumah Susun (Rusun) Marunda, Natanael telah membeberkan bukti kepemilikan rusun di Blok I Marunda. Natanael mengaku mengetahui rusun itu milik Mulyadi dua bulan lalu."Ini jelas Mulyadi. Ini jelas buktinya ini punya dia. Ini resmi loh, ini foto dia resmi pakai baju lurah, enggak bisa bohong saya," ujar Natanael sembari menunjukkan berkas-berkas di Balai Kota Jakarta, Jumat (3/5).Menurutnya, Mulyadi memiliki rusun sejak tahun 2009 dan dia menyewakan rusunnya itu per sembilan bulan. Tiap bulannya, penyewa harus membayar kepada Mulyadi sebesar Rp 1,25 juta."Per bulan bayar satu juta dua ratus lima puluh ribu, coba dikalikan sembilan berapa. Padahal per bulan itu dapat subsidi Rp 150 ribu, jadi dia (Mulyadi) dapat Rp 1,1 juta.
Penjahat koruptor ga ini," ujarnya.Sebenarnya, rurusn milik Mulyadi akan diputihkan sejak tiga bulan lalu. Tapi karena birokrasi yang berbelit-belit, proses pemutihan molor. Selain itu, tetangga Mulyadi juga menutup-nutupi."Dua tiga bulan lalu sudah sempet mau saya putihin tapi Mulyadi marah. Kristin tetangga dekatnya kan pernah bilang ke saya kalau itu milik keponakannya tapi saya bilang enggak bisa, jangan bohong," paparnya.Natanael juga mengungkapkan, sebenarnya Mulyadi juga memiliki unit hunian di blok lain tepatnya di Bandeng, Marunda. Tetapi, hunian tersebut diatasnamakan tante Mulyadi."Dia di Bandeng juga punya, sama juga di sini cuma bloknya beda. Kalau ini di Pari. Cuma bukan atas nama dia, saya enggak berani. Kalau ini jelas. Itu atas nama bibinya," jelasnya.Natanael menjelaskan, Rusun Marunda untuk Blok 2-4 dan 6-11 diperuntukkan untuk warga tidak mampu. Sedangkan, blok 1 dan 5 ditujukan untuk umum.Namun, kepemilikan rusun tersebut telah dipindahtangankan kepada penyewa. Penyewa tersebut merupakan warga DKI yang berprofesi sebagai kapten kapal yang sedang sekolah di akademi ilmu pelayaran."Sudah kemarin diputihkan dan jadi hak milik penyewa, tetapi bayar sewanya hanya subsidi atau Rp 350-an ribu per bulan," tandasnya.
Tiap bulan sewakan rusun, lurah Warakas untung Rp 1,1 juta
Tiap bulan, Mulyadi menyewakan rusunnya ke penyewa sebesar Rp 1,25 juta.
Rekomendasi