Foto penghuni di pintu Rusun Marunda untuk cegah penyelewengan

Dalam foto berukuran 30x20 cm juga tercantum nama lengkap penghuni Rusun.

Pramirvan Datu Aprillatu
Foto penghuni di pintu Rusun Marunda untuk cegah penyelewengan
Foto penghuni Rusun Marunda. ©2013 Merdeka.com

Untuk menghindari adanya penyelewengan alih sewa Rumah Susun (Rusun) Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, pihak pengelola akan menempelkan foto penghuni di setiap pintu unit Cluster B yang telah secara resmi dibagikan.Dalam foto berukuran 30x20 cm juga tercantum nama lengkap penghuni Rusun. Berdasarkan contoh lembaran laminating yang diperlihatkan salah seorang pengelola Rusun, Asri Hidayat, kepada wartawan, tampak salah seorang penghuni bernama Jeplin Situmeang tengah memegang kertas yang berisi alamat Rusun yang dihuninya. Di sisi kiri atas foto tertulis blok dan cluster, sisi kanan atas tertulis nomor unit.Namun, menurut Asri, karena keterbatasan pegawai, pihak pengelola Rusun masih menunda penempelan foto penghuni. Asri mengatakan, salah satu tujuan penempelan foto penghuni adalah untuk mengurangi adanya penghuni gelap di Rusun Marunda."Kita tinggal tempel satu per satu. Jadi setiap unit di kaca ada orangnya dan ketahuanlah siapa yang menempati secara resmi," kata Asri kepada wartawan di Rusun Marunda, Jakarta, Senin (8/4).Banyaknya kasus penyalahgunaan unit di Rusun Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, menimbulkan banyak perselisihan di kalangan warga Rusun. Seperti beberapa kasus antara pemilik lama dan penghuni kamar.Wakil Ketua RW 10 Rusunawa, Didik Suwandi mengatakan, pemilik asli hendak mengambil kembali unitnya sebelum pemutihan sudah terjadi beberapa kali."Salah satu kasusnya terjadi hari Minggu kemarin. Kasus itu menimpa pemilik warnet di Blok Hiu Cluster A, Unit Nomor 14D, Darmanto," ungkapnya kepada wartawan di lokasi, Jakarta, Senin (4/1).Tak hanya itu, pelajar Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) juga diketahui tinggal di Rusun tersebut. Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) Rusun 1 Jakarta Utara Jati Waluyo sendiri berjanji akan menertibkan penghuni Rusun yang tidak semestinya menempati. "Instruksinya sudah jelas (rusun) bagi warga tidak mampu, ya mohon maaf," ujarnya Jati Waluyo kepada wartawan, Jakarta, Senin (18/3).Pihaknya juga segera mendata warga yang tercatat menunggak pembayaran sewa hingga berbulan-bulan. "Kami akan segera tertibkan, termasuk pendataan terhadap warga yang menunggak sampai saat ini," ungkap Jati.

Rekomendasi