Komplotan rampok toko emas Terus Jaya Tambora, Jakarta Barat beberapa waktu lalu termasuk dalam jaringan teroris Abu Umar. Saat ditangkap, Makmur, satu dari tujuh pelaku, terpaksa ditembak petugas lantaran berusaha melarikan diri.Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Toni Hermanto mengatakan, awalnya petugas tidak mengetahui bahwa perampok toko emas di Tambora terkait jaringan terorisme."Yang kita tahu ini perampok bersenjata api. Ternyata mereka kelompok dari AU atau Abu Umar," ujar Toni di Mapolda Metro Jaya, Senin (18/3).Untuk tersangka Makmur, lanjut Toni, diketahui merupakan salah satu pelaku perampokan Bank CIMB di Medan, Sumatera Utara waktu lalu. "Jadi kalau dilihat dari CCTV, Makmur ini yang menggunakan senjata AK 47 (senjata api laras panjang)," tutur Toni.Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan, komplotan rampok toko emas tersebut mencari dana untuk fa'i. "Rencananya sampai uang tercukupi untuk membeli barang-barang yang akan digunakan dalam perakitan bom. Kelihatannya akan ditambah lagi peralatan-peralatan lainnya," terang Rikwanto."Dalam ajaran mereka, darah dan uang selain di kelompok mereka adalah halal," imbuh Rikwanto.Menurut informasi yang dihimpun, Muhammad Ichwan (41) alias Zulfikas alias Abdullah alias Abu Umar alias Indra Kusuma alias Andi Yunus alias Nico Salman diringkus petugas pada Senin 4 Juli 2011, di Perumahan Griya Waringin, Bogor.Abu Umar diduga termasuk menjadi pentolan di Negara Islam Indonesia (NII) yang sudah buron terkait kasus pembacokan Menteri Pertahanan di era Gus Dur, Matori Abdul Jalil.Saat ditangkap, petugas menyita senjata jenis SNW dan 50 butir peluru. Di saat yang bersamaan, petugas juga menangkap 10 anak buahnya yang berperan menyerang anggota kepolisian.
Perampok toko emas Tambora terkait jaringan teroris Abu Umar
"Yang kita tahu ini perampok bersenjata api. Ternyata mereka kelompok dari AU atau Abu Umar," ujar Kombes Toni.