Bongkar pasang susunan birokrasi di lingkungan Pemprov DKI Jakarta masih terus dilakukan Gubernur Joko Widodo (Jokowi) dan wakilnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Keduanya menilai langkah ini sebagai bentuk penyegaran untuk menyukseskan program Jakarta Baru, seperti janji kampanye mereka.Anak buah mantan gubernur Fauzi Bowo yang dianggap tak kompeten digeser. Sepekan lalu, sebanyak 20 orang eselon IV termasuk Wali Kota Jakarta Selatan Anas Effendi dirotasi Jokowi.Hari ini, giliran Asisten Pemerintahan Pemprov DKI Jakarta, Svlyiana Murni, kebagian jatah. Dia diminta Jokowi merangkap tugas menjadi Pelaksana Harian (Plh) Kepala Satpol PP menggantikan Effendi Anas yang memasuki masa pensiun.Karir Svlyiana memang terbilang moncer sejak masa mudanya. Wanita kelahiran 11 Oktober 1958 ini pernah mengenyam pendidikan S1 Hukum Administrasi Negara Fakultas Hukum Universitas Jayabaya Jakarta, S2 Manajemen Kependudukan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Jakarta 1999 dan S3 Manajemen Pendidikan Fakultas Kependidikan Universitas Negeri Jakarta 2005.Sylvi dibesarkan di lingkungan keluarga TNI. Dia dikenal sebagai wanita pekerja keras dan ramah. Semua kegiatan keorganisasian dia ikuti meski kini sudah menjadi nenek dua cucu. Mulai dari Abang None 1981, anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Golkar periode 1997-1999, dan menjadi tenaga pengajar di sejumlah universitas.Di pemprov, jabatan basah hampir semua telah dinikmatinya. Mulai dari kepala sub bagian, Kadis Dukcapil, Kepala Dinas Pendidikan Dasar, hingga wali kota Jakarta Pusat 2008-2009.Sylviana memang menjadi wali kota wanita pertama di Jakarta. Ada cerita lucu yang mungkin tak pernah dia lupakan saat menjabat wali kota.Sylviana pernah diomeli saat Jakarta masih dipimpin Foke. Dia semprot karena saat Foke sidak ke Monas, lingkungan sekitarnya sangat kotor. Menjadi sorotan, Sylvi langsung mendirikan sebuah tenda ukuran 3 x 6 meter di sisi barat Monas. Dia pun pindah ngantor ke Monas selama beberapa pekan untuk memantau langsung perbaikan dan penataan Monas.Kesibukannya tetap membuat Sylvi tak melupakan hobinya untuk menulis. Kumpulan tulisan-tulisan itu pun kemudian dia bukukan."Harus tetap tersenyum di tengah kesibukan," itulah kata kunci yang selalu dipegang teguh Sylvi.Kini tugas baru menanti ketegasan putri almarhum Letkol (Purn. TNI AD) H Dani Moerdjani Naserin itu. Sylvi harus bisa merubah citra masyarakat jika Satpol PP bukan pasukan kejam yang suka menggusur dan mengusik ketenangan hajat hidup rakyat miskin Jakarta.Sylviana mengaku siap jika dirinya terpilih dan didapuk menjadi komandan Satpol PP. "Saya ini PNS, kalau PNS itu harus siap ditempatkan di mana saja. Saya hanya menjalankan amanah kepercayaan. Sebagai seorang muslim samina watona. Apa yang dikatakan pimpinan, yang penting saya bisa menjalankan amanah," ucap Sylvi di Balai Kota, hari ini Jumat (22/2).Sylviana mengenakan kebaya putih dengan balutan kerudung itu tidak banyak berpesan kepada Kepala Satpol PP sebelumnya."Doakan saja semoga saya nanti bisa melaksanakan dua jabatan yang luar biasa amanah ini. Saya akan laksanakan dengan baik," tegasnya.
Sylviana Murni, dari None Jakarta menjadi kepala Satpol PP
"Saya ini PNS, kalau PNS itu harus siap ditempatkan di mana saja. Saya hanya menjalankan amanah," kata Sylvi.
Advertisement
Rekomendasi