Ibu Kota Jakarta memiliki segudang masalah dan persoalan yang harus segera diatasi. Salah satu persoalan yang sangat akut dari sekian banyak problem adalah masalah banjir dan kemacetan.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama mengaku tidak bekerja sendirian dalam mengatasi problem-problem Ibu Kota. Dirinya mengaku banyak memiliki tim khusus yang membantu dan memberikan info masukan-masukan seputar Jakarta.
"Banyak dong (tim khusus), kita kan harus dibantu, cuma salahnya adalah info itu terlalu banyak, kita tidak bisa mencerna terlalu cepat, ya kan," ujar Ahok biasa disapa di Kantor Balai Kota Jakarta, Rabu (23/1).
Ahok dan Jokowi memiliki gaya khas di dalam nuansa kerjanya. Ahok lebih terlihat tegas, garang dan lebih banyak bergelut dengan birokrasi dan keuangan. Sedangkan Jokowi lebih doyan blusukan ke kampung-kampung daripada duduk di kantor.
Mantan Bupati Belitung Timur ini merasa kewalahan dengan banyaknya laporan-laporan dan dokumen yang masuk kepada dirinya. Dirinya pun mohon maaf jika tidak bisa menghadiri jadwal undangan yang memerlukan kehadirannya.
"Kita bayangin aja kalau pak gubernur kan langsung turun ke lapangan, kalau saya harus baca dokumen segitu tebal," jelas Ahok.
"Jadi saya mohon maaf ke media diundang untuk bicara, saya ke studio, bicara dua tiga jam, macet, kalau baca buku sudah bisa habis berapa itu? Jadi sekarang jangan banyak bicara, tapi kita harus action," tandasnya.