Jambret yang tewaskan guru sudah beraksi 250 kali

Sundari, seorang guru tewas terjatuh dari motor karena dijambret di depan Optik Melawai, Salemba, Jakarta Pusat.

Eko Prasetya
Oleh Eko Prasetya - Reporter
Jambret yang tewaskan guru sudah beraksi 250 kali
perampasan rampok jambret . shutterstock

Polisi berhasil meringkus empat jambret bernama Subaidih, Risman, Agus dan Muhaimin yang menewaskan seorang guru bernama Sundari. Berdasarkan pengakuan para pelaku, mereka sudah sering beroperasi di wilayah Jakarta.

"Dalam tiga tahun mereka sudah beraksi sekitar 250 kali," ujar Kapolres Jakarta Pusat, Kombes AR Yoyol di kantornya, Minggu (10/12).

Yoyol menambahkan, dalam aksinya mereka selalu berganti jaket untuk mengelabui jaket. Mereka juga mengancam korbannya apabila melawan.

"Modus yang mereka lakukan adalah mengendarai motor di jalan. Pas di lampu merah mencari target dan ada kesempatan dirampaslah," tuturnya.

Sementara itu, berdasarkan pengakuan salah satu pelaku, Subaidih, dari hasil kejahatan selalu dibagi rata. Selain itu, dirinya tidak mengetahui kalau Sundari tewas karena ulahnya.

"Taunya cuma jatuh doang. Ngga tahu kalau sampai tewas," kata Subaidih.

Sebelumnya, Sundari, seorang guru tewas terjatuh dari motor karena dijambret di depan Optik Melawai, Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (27/11). Sundari ternyata hendak mengambil surat pengangkatannya sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Polisi berhasil menangkap empat pelaku kemarin sore (9/12).

"Keempat ditangkap di Cipinang saat sedang berkumpul," ujar Kapolres Jakarta Pusat, Kombes AR Yoyol di kantornya, Minggu (10/12).

Yoyol menambahkan, keempat pelaku adalah Subaidih, Risman, Agus dan Muhaimin. Subaidih dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha melarikan diri.

Rekomendasi