Pemprov DKI Keruk Waduk Pluit karena Alami Pendangkalan

Selasa, 11 Juni 2019 07:02 Reporter : Fikri Faqih
Pemprov DKI Keruk Waduk Pluit karena Alami Pendangkalan Eceng Gondok Penuhi Waduk Pluit. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan pengerukan di Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. Tujuannya untuk mencegah pendangkalan dan memastikan waduk selalu siap menampung hujan maupun luapan sungai dari hulu.

Pengerukan dilakukan lantaran sekitar sepertiga waduk mengalami pendangkalan yang membuat lapisan sedimen muncul permukaan.

Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pembangunan dan Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Yusmada Faizal menjelaskan, jika sedimen muncul ke permukaan akibat kondisi permukaan air yang mengalami penurunan dari kedalaman maksimal yang mampu ditampungnya.

Yusmada menerangkan, kondisi cuaca di DKI Jakarta beberapa hari belakangan yang diguyur hujan gerimis dan cuaca mendung, membuat Waduk Pluit harus segera dikosongkan hingga air berada dalam kondisi Low Water Level.

Dengan melakukan pengerukan hingga tingkat Low Water Level ini diharapkan Waduk Pluit dalam kondisi siap untuk menampung air ketika hujan datang maupun kiriman aliran sungai dari hulu.

Proses pengerukan inilah yang akhirnya memperlihatkan endapan lumpur di sebagian wilayah Waduk Pluit.

"Yang kelihatan sedimennya itu sekitar sepertiga waduk. Yang lainnya sudah dikerjakan, sudah tebal airnya (dibandingkan sedimen)," ujar Yusmada seperti dilansir dari Antara, Selasa (11/6).

Kepala Seksi Pemeliharaan Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum menambahkan, pengosongan yang dilakukan telah sesuai dengan prosedur.

"(Lapisan Sedimen yang terlihat) itu hal yang wajar karena kita lagi tidak hujan. Ini cuacanya mendung, dan sewaktu-waktu bisa hujan. SOP-nya, kita harus memaksimalkan waduk dalam kondisi kering. Kenapa? Kalau tiba-tiba terjadi hujan, (Waduk Pluit) bisa menampungnya. Secara SOP, kami kosongkan. Karena kami dalam pengosongan, waduknya di-maintenance sambil dikeruk supaya pada saat hujan deras datang, waduk siap menampung," jelas Ika.

Selain melakukan pengerukan, Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta telah melakukan proses pengepokan terhadap lapisan sedimen yang dilaksanakan sejak akhir April lalu. Pengerjaan ditargetkan dapat rampung dalam empat bulan ke depan.

"Kami sudah kerjakan (pengepokan) mulai akhir April. Oktober ditargetkan sudah selesai. Sedimen pun (terlihat hanya) di muaranya, dekat pompa ke arah laut," tambah Yusmada.

Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta juga telah mengerahkan 6 unit eskavator amfibi dan rencananya akan ditambah jumlahnya menjadi 13 unit untuk memaksimalkan pengepokan sedimen di kawasan Waduk Pluit. Adapun metode pengepokan dilakukan dengan cara mengeruk secara estafet menuju pinggir waduk untuk selanjutnya diangkat maupun dibentuk menjadi tanggul. [fik]

Topik berita Terkait:
  1. Taman Waduk Pluit
  2. Pemprov DKI
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini