Menengok Galeri Perupa di Pasar Gembrong

Selasa, 18 Agustus 2020 19:44 Reporter : Febby Curie Kurniawan
Menengok Galeri Perupa di Pasar Gembrong Galeri Perupa di Pasar Gembrong. ©2020 Merdeka.com/Febby Curie Kurniawan

Merdeka.com - Pasar Gembrong menjadi salah satu pusat pedagang mainan terbesar di Jakarta. Sebelumnya pasar yang terletak di Jalan Jenderal Basuki Rachmat, Jakarta Timur di tahun 60-an merupakan pasar tradisional yang menjual sayur mayur dan berbagai kebutuhan pokok.

Perubahan ini terjadi ketika kerusuhan tahun 1998. Sehingga membuat para pedagang di sana memutuskan untuk pergi. Selepas kerusuhan, sebagian pedagang kembali mencoba peruntungan di sana dengan menjual berbagai jenis barang termasuk mainan dan alat tulis.

Pasar yang dikenal dengan produk mainan sempat dikabarkan akan berganti wajah menjadi tiang beton akibat terkena dampak dari pembangunan Tol Becakayu yang nantinya akan di eksekusi pada Maret 2018. Tapi hingga bulan Juni 2018 pasar ini masih beroperasi seperti biasanya dan para pedagang sudah tidak lagi mendengar informasi mengenai penggusuran.

Gembrong diambil dari bahasa sunda yang artinya dikerumuni. Ini sejalan dengan suasana pasar yang kerap ramai. Pasar Gembrong kerap menjadi incaran oleh pembeli karena barang barangnya yang relatif murah dan dagangan kebanyakan produk asal China.

Namun selain pedagang, Pasar Gembrong juga menjadi markas komunitas Perupa Jakarta Raya (PRUJA). Komunitas ini untuk mengisi kios-kios kosong di pasar untuk berjualan dan memamerkan karya seni mereka.

"Tempat ini bisa dijadikan tempat untuk silaturahmi, tempat berkumpul untuk menguatkan warisan. Makanya kemarin pas 17-an, kita melukis mural, acara kebersamaan dan bisa berkolaborasi buat masyarakat dan berlanjut," kata Ketua Umum PRUJA, Andi Suhandi kepada merdeka (18/8).

Jika memang ada antusiasme masyarakat dengan hadirnya mereka sebagai perupa dan tempat galeri seni, maka tidak menutup kemungkinan untuk mereka tetap di Pasar Gembrong ini. Sebanyak 60 perupa dari PRUJA terdaftar untuk mengisi di 35 kios yang terdapat di pasar, biasanya satu kios akan diisi oleh dua orang.

Sejak bulan Agustus, diakui Andi, mereka mendapat respon yang cukup baik dari masyarakat dan ada terjadi proses transaksi jual beli. Karya seni yang dipamerkan mulai dari karya abstrak, naturalis, realis, ekspresionis semua aliran tersedia. Untuk penggemar sastra tidak perlu khawatir, karena di pasar ini mereka juga menjual berbagai buku-buku sastra dan seni rupa.

"Berharap Pasar Gembrong ini dapat menjadi pasar hidup, dapat menjadi destinasi wisata untuk bidang seni di Jakarta Timur. Jadi kalau orang butuh karya, bisa datang ke sini," lanjutnya. [fik]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Karya Seni
  3. Kesenian
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini