Melirik Proyek Revitalisasi Monas yang Korbankan 190 Pohon usai Dihentikan Sementara

Sabtu, 1 Februari 2020 14:34 Reporter : Merdeka
Melirik Proyek Revitalisasi Monas yang Korbankan 190 Pohon usai Dihentikan Sementara Proyek Revitalisasi Monas. ©2020 Bagus Kusumo Sejati/Magang

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghentikan sementara proyek revitalisasi pada kawasan selatan Monumen Nasional (Monas) sampai waktu yang belum ditentukan. Proyek yang terletak di seberang gedung Perpustakaan Nasional ini memberikan dampak berupa penebangan 190 pohon di kawasan tersebut.

Pantauan Merdeka.com pada Sabtu (1/2) tampak proyek revitalisasi selatan Monas dilakukan secara tertutup. Pagar seng berwarna putih terlihat mengelilingi area tersebut. Spanduk berukuran sekitar 2x3 meter juga tampak terpaku pada seng tersebut. Tak sembarangan orang diperbolehkan masuk ke area proyek oleh petugas keamanan.

Dalam spanduk tersebut tertulis bahwa kawasan proyek ini bertujuan untuk membangun Plaza Selatan Monas yang berfungsi sebagai Ruang Terbuka Publik. Plaza Selatan Monas juga akan ada dilengkapi dengan penataan cahaya serta area duduk semi amphitheater.

Namun, area pekerjaan proyek ini dapat terlihat dari Patung Ikada yang berada di selatan Tugu Monas. Dari sini tampak kolam dengan air berwarna coklat yang berukuran besar terletak di tengah proyek. Di dekat kolam tersebut juga terlihat sebuah rancangan bangunan tinggi yang belum selesai dibuat.

Saat ini tidak tampak aktivitas pengerjaan proyek setelah diberhentikan secara sementara pada Rabu (28/1). Pada kawasan proyek tersebut terlihat ada 2 unit ekskavator berwarna hijau dan kuning yang tidak beroperasi, serta beberapa truk berbagai warna yang terparkir di kawasan tersebut.

Pada sisi timur dan barat area proyek juga tampak rumput yang belum sepenuhnya tertanam dan area duduk yang juga belum selesai dibangun. Sedangkan pada sisi selatan, tampak konblok sudah terpasang di area tersebut.

Lalu, pada sisi utara proyek terlihat gemburan tanah coklat beserta 7 buah pohon berbagai jenis yang tumbuh dengan tinggi sekitar 4 meter.

Tampak seorang pekerja mengenakan helm berwarna hijau dengan sepatu boot yang berlumuran tanah dan memanggul cangkul melintas di luar kawasan proyek.

"Selasa kerja terakhir, sekarang libur dulu, kurang tau juga sampai kapan kita libur dari proyek itu," ujar salah salah satu pekerja proyek yang enggan disebutkan namanya.

Heri (50) ,salah satu pengunjung Monas mengungkapkan dirinya tak merasa terganggu dengan adanya proyek tersebut.

"Kalau saya setuju, asal untuk masyarakat banyak dan bukan untuk pribadi, jadi semoga enggak dipersulit lagi," ujar Redi di lokasi

Namun, ia berharap kawasan yang telah menebang 190 pohon tersebut dikembalikan fungsinya menjadi lebih hijau dan tertata.

"Kita lihat dulu jadinya gimana, jangan sampai dibangun gedung atau semacamnya, karena di sini kan kita bisa refreshing ilangin pusing," pungkasnya.

Reporter Magang: Bagus Kusumo Sejati [ded]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini