Hendak berangkat kerja, perempuan ini jadi korban remas payudara di Kebon Jeruk

Kamis, 9 Agustus 2018 14:13 Reporter : Ronald
Hendak berangkat kerja, perempuan ini jadi korban remas payudara di Kebon Jeruk Ilustrasi Pelecehan Seksual. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang perempuan berinisial DST (23) teriak histeris di Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (9/8). Perempuan ini histeris karena menjadi korban remas payudara oleh pemotor yang melintas.

DST mengatakan, saat itu ia hendak berangkat kerja di salah satu bank di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Saat di lokasi, ia bermaksud menyeberang jalan untuk menuju halte Transjakarta.

"Saat saya mau menyeberang ke halte saya lihat memang ada pengendara motor melaju pelan. Jadi saya nunggu pengendara motor itu lewat dulu," katanya di Jakarta, Kamis (9/8).

Saat itu, dia curiga pengendara motor itu ingin menjambret tasnya. Namun, dirinya justru menjadi korban remas payudara.

"Saya pikir mau jambret, taunya malah membegal payudara saya sebelah kanan dan saya teriak," ujarnya.

"Suasana di lokasi pun emang enggak banyak orang masih sepi. Saya mau kejar, tapi enggak bisa. Saya cuma bisa teriak histeris saja, dan setelah kejadian itu saya menghubungi teman saya," sambungnya.

Dia melaporkan hal ini ke Polsek Kebon Jeruk. Kini, polisi masih memburu pelaku yang diduga memiliki kelainan seks.

"Ciri-cirinya berkulit hitam dekil menggunakan jaket cokelat, membawa tas ransel. Umurnya kaya 40 tahunan dan mengendarai sepeda motor bebek. Saya enggak sempat lihat nomor pelat kendaraannya," ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Kebon Jeruk Kompol M Marbun membenarkan aksi dugaan pelecehan itu dialami korban saat hendak menyeberang jalan menuju sebuah halte. Namun, Marbun belum bisa menjelaskan secara rinci peristiwa ini.

"Dia nyebrang, ada motor mau lewat. Diraba atau bagaimana. Kita masih dalami," kata Marbun.

Sejauh ini, DST juga masih menjalani pemeriksaan di Polsek Kebon Jeruk pasca mengalami dugaan aksi pelecehan seksual dari pengendara misterius tersebut.

"Kita masih dalami, kami masih periksa (pelapornya)," kata Marbun. [rzk]

Topik berita Terkait:
  1. Pelecehan Seksual
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini